Disbudpar Tangsel, Pengusaha Panti Pijat Harus Ada Ijin | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Disbudpar Tangsel, Pengusaha Panti Pijat Harus Ada Ijin
Iklan Ucapan

Disbudpar Tangsel, Pengusaha Panti Pijat Harus Ada Ijin

Serpong – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Selatan, yang ikut dalam Aparat Gabungan Bersama, dalam melakukan razia terhadap puluhan panti pijat di kawasan ruko elit bilangan BSD, pada hari Jumat, (28/10-2016).

Menurutnya, Kepala Seksie (Kasie) Pariwisata, Disbudpar Kota Tangsel, Endang Sudrajat pengusaha panti pijat harus melengkapi dokumen perijinan yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

“Harus memenuhi semua dokumen perijinannya seperti TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata), ketika sudah lengkap semuanya, aktifitas usaha dapat dilanjutkan,” kata Endang, Jumat (28/10-2016)

Dalam razia tersebut, didapati beberapa panti pijat yang melakukan praktik tidak sesuai usaha dan tidak melengkapi perijinannya, yakni, Jupiter Massage, Bravo, dan Blow Art.

Dalam operasi tersebut, mendapati beberapa ruangan panti pijat yang penutupnya tidak menggunakan kain kerai, tetapi menggunakan pintu dan ada yang tidak memiliki izin, ataupun sudah kadaluarsa.

Sementara itu, staf Pelayanan Kesehatan Khusus dan Battra Dinkes, Pipin Zaenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa dalam mengelola usaha panti pijat tradisional, terapis harus juga terdaftar dan bersertifikat dari Dinkes sebagai penyehat tradisional.

“Dengan terdaftar sebagai penyehat tradisional, pembinaan juga dilakukan tentang tata cara memijat yang baik dan benar seperti apa,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan awak media, hampir setiap blok di kawasan ruko elit  tersebut ada dua tempat pijat dan spa dengan berbagai nama.

Para pengelola bisnis itu bahkan ada yang menyewa tiga bangunan ruko sekaligus dijadikan satu, dan dua ruko jadi satu dengan tiga lantai.

Beberapa tempat pijat yang bisa dijumpai yakni, Rilex Massage, Dragon, My Place, Green Massage, Orchid Spa, Baleku, Bintang Sehat, Delta Massagge, Sinar Sehat, Cinta Sehat, dan sebagainya.

Sedangkan tempat hiburan karaoke di kawasan itu yakni, Matador dan Boa, pada pelaksanaan razia kali ini tidak disasar aparat gabungan sama sekali.

Untuk tarif harga yang ditawarkan masing-masing tempat pijat pun bervariatif, ada yang menawarkan dari Rp 60 ribu sampai 200 ribu untuk sekali masuk.

Pengelola mematok tarif berdasarkan kamar yang dipergunakan. Sebagian besar keberadaan spa dan tempat pijat tersebut rata bangunannya sudah berdiri lebih dari dua tahun. (*)

Penulis : IsOne/Sugeng

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Penganiayaan Seorang Pelajar Terekam CCTV

Pamulang – Telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana di maksud dalam Pasal 351 KUHP dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan