Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Musnahkan 1,3 Ton Ayam Tiren | BIDIK Tangsel
Home / Hukum / Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Musnahkan 1,3 Ton Ayam Tiren

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Musnahkan 1,3 Ton Ayam Tiren

Iklan Ucapan

Setu – Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, pada hari ini Kamis (9/6-2016) melakukan pemusnahan ayam kadaluarsa sebanyak 1,3 ton yang bertempat di Puspiptek Tangerang Selatan.

Direktur Puspiptek yang diwakilkan Sholeh hadir juga mendampingi
Kompol. Dedy Anung, Kanit 3 Sumdaling (Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metrojaya, Direktur Reskrimsus Kombes Pol M. Fadil Imran, Kasubdit Sumdaling AKBP. Sutarmo.

Diceritakan sebelumnya bahwa jajaran kepolisian berhasil membongkar praktik penjualan ayam kemasan beku yang sudah kadaluarsa, di daerah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Polisi berhasil menyita 1,5 ton ayam kemasan beku yang sudah tidak layak dikonsumsi itu.

Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Sutarmo mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penjualan ayam tidak layak konsumsi di daerah Kelapa Dua, Tangerang Kabupaten. Anggota kemudian melakukan penggerebekan.

“Informasi awal, ini ayam tiren. Artinya sudah mati baru dipotong. Namun setelah didalami kami amankan ayam beku kemasan ada labelnya, tapi tidak ada tanggal kadaluarsanya,” ujar Sutarmo.
pihaknya mengamankan satu tersangka berinisial SA, selaku penjual ayam beku kadaluarsa itu.

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap SA, ternyata ini produk PT CA yang sudah kedaluwarsa. Tersangka SA, mendapatkan ayam ini dari tersangka WL,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, anggota selanjutnya melakukan pengembangan dan menangkap tersangka WL, di daerah Kosambi, Kabupaten Tangerang.

“Hasil penyidikan, ternyata ayam ini didapat dengan cara mencuri dari gudang milik PT CA. Pencurian itu, dilakukan WL bersama tiga rekannya berinisial ED, UG dan SR. Ketiganya sudah kami amankan,” katanya.

Sutarmo menjelaskan, para pelaku yang ternyata merupakan mantan kuli angkut PT CA itu, melakukan pencurian dengan memanfaatkan kelemahan penjaga gudang.

“Memang gudang dikunci. Namun, dibuka murnya, ketika dilepas murnya pintu bisa di dorong, kemudian mereka mematikan CCTV. Selanjutnya, mengambil ayam-ayam beku itu. Setiap mencuri bisa lebih dari 1 ton,” katanya.

Menurutnya, ayam-ayam yang diambil para pelaku itu fisiknya sudah tidak bagus alias kedaluwarsa. Kemudian, dijual ke masyarakat salah satunya tersangka SA.

“Jadi dicuri, kemudian dijual. Pembelinya ada pedagang keliling, lalu dijual kembali. SA membeli kepada pelaku dengan harga Rp18 ribu per kilogram dan dijual kembali seharga Rp22 ribu, sehingga mendapat keuntungan sebesar Rp4 ribu. Sekali beli bisa karungan. Mereka sudah tahu kalau ayam itu kualitasnya tidak bagus. Karena kalau ayam bagus, harganya Rp28 sampai Rp30 ribu,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari rumah tersangka SA, polisi berhasil menyita barang bukti ayam kedaluwarsa sebanyak 1,5 ton di dalam tiga unitfreezer. “Tersangka SA sudah menjual ayam itu sekitar tiga tahun,” katanya. Sutarmo mengungkapkan, penyidik akan mendalami apakah ada keterlibatan PT CA dalam kasus ini.

“Kami akan dalami bagaimana PT CA kok bisa lengah. Kenapa ayam kedaluwarsa bisa dicuri dan dijual. Bisa jadi (PT CA mengetahui). Namun, perlu penyelidikan lebih lanjut apakah ayam kedaluwarsa dijadikan satu atau tidak,” tegasnya.

Menyoal kenapa para pelaku hanya mencuri ayam yang sudah kedaluwarsa, Adi menyampaikan, mungkin para pelaku tidak bisa membedakan mana ayam yang bagus atau tidak.

“Mungkin mereka kemampuannya terbatas. Namanya orang mencuri buru-buru, asal angkut saja. Jadi PT CA ini menerima ayam dari berbagai peternakan, dibekukan, kemudian didistribusikan lagi. Nanti kami dalami apakah PT CA ada keterkaitan atau tidak. Sejauh ini kami sudah periksa empat saksi dari PT CA,” paparnya.

Ia menegaskan, penyidik bersama dengan Balai POM Propinsi Banten juga akan melakukan penyelidikan terhadap ayam-ayam kemasan yang disimpan di gudang PT CA terkait mutu, kemasan dan sanitasi penyimpanan pangan.

“Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan produk ayam yang dijual murah. Terhadap ayam kemasan harus diperhatikan label pada kemasan termasuk tanggal kadaluarsanya,” tandasnya.

Atas perbuatannya tersangka SA dijerat Pasal 140 Juncto Pasal 86 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 terkait perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp4 miliar.

Sementara, tersangka WL, UG, SR, dan ED dikenakan Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP Juncto Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (IsOne/Sugeng)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Tersangka Narkoba Ditangkap Di Kebon Jeruk

Tangsel – SatresNarkoba Polres Tangsel telah berhasil menangkap satu tersangka pengedar Narkotika jenis sabu berinisial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan