Pawarja Tangsel bertujuan lestarikan Budaya Nan Adiluhung | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Pawarja Tangsel bertujuan lestarikan Budaya Nan Adiluhung

Pawarja Tangsel bertujuan lestarikan Budaya Nan Adiluhung

Iklan Ucapan

Pamulang – Setelah mengalami kevakuman kepengurusan, Paguyuban Warga Jawa (Pawarja) yang tinggal di Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari Sabtu Malam tanggal 21 Mei 2016 dengan jumlah ratusan warga jawa, baik pendatang atau perantau maupun suku  Jawa keturunan dari berbagai profesi, kembali dikukuhkan oleh Walikota Tangsel diwakili Kepala Badan Kesbangpolimas, Salman Faris.

Selain mengukuhkan Ir.Adi Sunaryo selaku  Ketua umum Pawarja Tangsel periode 2016-2019, dan pengurus lainnya, yang digelar di Jalan Villa Dago Raya, Pamulang, Kota Tangsel. Dalam kesempatan itu juga Adi Sunaryo melantik sejumlah sejumlah pengurus di koordinator tingkat kecamatan.

Ketua umum Ir.Adi Sunaryo menjelaskan,  pembentukan Pawarja ini, berawal dari keinginan masyarakat Jawa yang ada di Tangsel yang ingin melestarikan budaya, agar anak cucu tidak kehilangan budaya nan adiluhung dari arus globalisasi.

“Dibawah kepengurusan yang baru ini diharapkan, selain melestarikan budaya dan bukan lagi terfokus pada bidang kesenian, karena bidang tersebut kini sudah bisa membaur dengan budaya lokal dalam berbagai etnis, agar kedepan paguyuban ini bisa selaras dengan program Pemkot Tangsel,”  kata Adi Sunaryo, yang dipanggil akrabnya H. Yoyok.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Pawarja, Gacho Sunarso, yang juga sebagai anggota DPRD Kota Tangsel mengatakan, rencana kerja kedepan bagi paguyuban adalah bukan lagi terfokus pada bidang kesenian, karena bidang tersebut kini sudah bisa membaur dengan budaya lokal dalam berbagai etnis, tetapi kami akan tetap membimbing.

“ Kami juga akan mensinergikan program kami dengan Pemerintah daerah, diantaranya adalah akan melakukan pelatihan-pelatihan di bidang ekonomi pemuda, untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga. Setelah dikukuhkan, semoga terus berkembang dan bermanfaat bagi kota ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia Carsono menjelaskan, Masyarakat Suku Jawa di Kota Tangsel diperkirakan lebih dari 30 persen. Mayoritas mereka pedagang dan karyawan swasta, juga dikepemerintahan. Paguyuban warga Jawa sebenarnya sudah lama keberadaannya.

Sedangkan sambutan dari Walikota Tangsel yang berhalangan hadir, melalui H. Salman Faris mengatakan bahwa menurut catatan, Organisasi Etnis yang ada di Tangsel saat ini berjumlah 28, tapi say belum tahu berapa yang eksis, mungkin Pawarja ini yang mempunyai porsi yang besar dari 1.4 juta jumlah penduduk di Kota Tangsel secara Real. Dengan sudah terbentuknya Pawarja Koordinator Kecamatan-Koordinator Kelurahan, bolehlah sedikit disensus secara obyektif Warga Jawa yang ada di Tangsel, berapa jumlahnya ? Agar bisa ditiru Organisasi Etnis yang lain,” pungkasnya. (IsOne/Sugeng/Abah)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Gebyar HUT RI Ke 72 Di Gelar Kecamatan Setu

Setu – Gebyar Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 di gelar secara meriah dengan mudik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan