PN Tangerang Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Lahan | BIDIK Tangsel
Home / Kabupaten Tangerang / PN Tangerang Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Lahan
Iklan Ucapan

PN Tangerang Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Lahan

Tangerang – Sidang lanjutan gugatan sengketa lahan seluas 3.236 meter persegi di Curug Wetan Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang dengan gugatan Nomor 257 digelar, Kamis (1/12/2016) di PN Kota Tangerang.

Gugatan antara  Mariani Santoso (Penggugat)  versus PT.Citra Property (Tergugat I),  BTN Cab. Kota Tangerang (Tergugat II), ATR/BPN Kabupaten Tangerang (Tergugat III), dan Warga (Tergugat IV) yang membeli rumah diatas lahan sengketa, masuk tahap Sidang kesimpulan yang dipimpin Gunawan Tri Budiono,SH Majelis  Hakim PN Kota Tangerang.

Acara sidang kali ini dengan jadwal mendengarkan pihak yang berperkara memberikan bukti kesimpulan.

Namun persidangan hanya berjalan 15 menit, karena tergugat III ATR/BPN Kabupaten Tangerang diwakili bagian perkara Asep, menyampaikan kepada majelis hakim bahwa tidak dapat memberikan bukti kesimpulan  berhubung yang memiliki kewenangan itu (seksi Pengukuran) dalam keadaan sakit.

Terungkap juga dalam persidangan ketika Asep menyampaikan, bahwa pihak ATR/BPN Kabupaten Tangerang sudah pernah memberikan surat keterangan hasil ukur kepada pemohon (Penggugat).

Dijelaskan Asep, mengenai patok batas  yang sudah diukur kembali, sesuai dengan data yang tercantum dalam Sertifikat.

Ditambahkannya, tidak dapat kita buktikan karena aslinya bukan di kita (bagian perkara),sehingga kita mencari kebagian SPP sehingga terlambat, “ujar Asep dalam keterangannya.

Kemudian Majelis hakim meminta ketegasan pihak Tergugat III ATR/BPN Kabupaten Tangerang, “Apakah pihak saudara dalam hal ini ATR/BPN Kabupaten Tangerang siap mengajukan bukti kesimpulan atau  tidak”.

Ditegaskan dalam persidangan oleh Asep sebagai perwakilan ATR/BPN Kabupaten Tangerang, bahwa ATR/BPN Kabupaten Tangerang “TIDAK” akan mengajukan atau memberi bukti dalam persidangan berikutnya.

Akhirnya Majelis Hakim  menutup sidang dan ditunda satu minggu dan akan digelar lagi, Kamis 8 Desember 2016 untuk mendengarkan kesimpulan dari pihak yang berperkara.

Padahal dua minggu lalu, ketika sidang gelar perkara di lokasi lahan dua minggu lalu, Jum’at (18/11/2016) perwakilan ATR/BPN Kabupaten Tangerang yang hadir saat itu bagian sengketa Plt. Gunawan,SH menyampaikan kepada majelis hakim harus koordinasi ke bagian seksi pengukuran. Karena hasil BAP pengukuran rekonstruksi yang memegang ada di seksi pengukuran.

img_20161201_103420_hdr-800x593

Disisi lain, Kuasa hukum penggugat Andi Saputra, SH, kepada awak media sebelum sidang dimulai mengatakan, pihaknya merasa yakin bahwa Mejalis Hakim yang memimpin sidang perkara ini akan mengabulkan gugatan yang mereka ajukan.

Dikatakannya ini bukan tanpa dasar, kami memiliki data dan bukti yang cukup hingga gelar perkara di lokasi lahan juga menguatkan alasan kami, bahwa tanah yang kami gugat  merupakan milik Mariani Santoso selaku klien kami.

Kemudian Adi Saputra, SH menjelaskan, hasil ukur patok yang kami ajukan ke ATR/BPN Kabupaten Tangerang sudah diterima dan sesuai Sertifikat milik Mariani Santoso seperti surat jawaban yang isinya mengakui telah terjadi overlapping antara SK Kepala BPN Kab Tangerang nomor 760./HGB/BPN.36.03./2013 dengan SHM atas nama Mariani Santoso.

“Ketika itu Majelis Hakim secara langsung melihat patok batas BPN di lokasi lahan yang diperkarakan, “ujar Adi Saputra, SH.

Sedangkan pihak Tergugat I PT. Citra Property,  melalui kuasa hukum Frans menjelaskan,  kita sikapi dengan bijak keputusan yang diambil majelis hakim dalam sidang tadi.

Dan kita tetap komitmen dengan bukti dan data yang kita miliki, bahwa kita tidak pernah menguasai lahan yang bukan milik kita.

“Kami memiliki lahan itu dengan pertimbangan yang matang. Dasar kita adalah lahan yang kita bangun diperoleh dari atas nama yang berbeda dengan apa yang digugat oleh pihak penggugat. Ini nama pemilik lahan jelas nama pemiliknya dan tidak sama dengan nama dari pihak penggugat. “kata Frans kepada awak media selepas sidang di PN Kota Tangerang.

Dan kami jelaskan, perumahan yang kita bangun semuanya memiliki  sertifikat yang sah dan kelengkapan dokumen dari pemda tanpa terkecuali.

“Jika lahan itu bermasalah,  khan tidak akan keluar IMB dan izin lainnya yang diperlukan  dalam pembangunan perumahan. “ujar Frans menambahkan.

“Disini kita bukan mencari siapa yang menang dan yang kalah.  Tetapi yang kita harapkan adalah keputusan Majelis Hakim lebih kepada kebenaran yang sesungguhnya secara hukum, “kata Frans Kuasa Hukum PT Citra Property.

“Kita lihat saja dipersidangan minggu depan.Mengenai bukti – bukti yang kita sampaikan, saya rasa sudah cukup dan memiliki keabsahan yang jelas,“ ujarnya.

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Danrem 052/Wkr, Prajurit Harus Dapat Dan Mampu Unjuk Gigi Dalam Ber yel-yel

Serpong Utara – Dalam rangka memperingati HUT RI Ke 72, Pengelola Living Word Alam Sutera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan