Setda Kota Tangsel Fasilitasi Kadar Hukum Tentang Radikalisme | BIDIK Tangsel
Home / Hukum / Setda Kota Tangsel Fasilitasi Kadar Hukum Tentang Radikalisme
Iklan Ucapan

Setda Kota Tangsel Fasilitasi Kadar Hukum Tentang Radikalisme

Pondok Aren – Kegiatan berkala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tangerang Selatan tentang Fasilitasi Penyuluhan Hukum digelar di Kecamatan Pondok Aren pada hari Kamis, (10/3-2016) di Aula Kecamatan Pondok Aren.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Kota Tangsel, AKBP. Ayi Supardan, Kabag. Hukum Setda Kota Tangse, Ade Iriana, Staf. Ahli Bidang Medis Pemkot. Tangsel, Ida Farida, Perwakilan Kejaksaan Tigaraksa, Dwiyati dan Plt. Camat Pondok Aren, Makum Sagita, S.Pd,, sekaligus bertindak sebagai pembuka acara.

Kabag Hukum Setda Kota Tangsel Ade Iriana menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan di Bagian Hukum Setda Kota Tangsel, dengan melibatkan beberapa pihak, yakni pihak Pemkot Kota Tangsel, Polres Kota Tangsel, pihak Kejaksaan Negeri Tigaraksa, serta melibatkan beberapa unsur masyarakat di setiap Kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kota Tangsel, AKBP. Ayi Supardan dalam paparannya menyampaikan tema Radikalisme dalam Perspektif Kriminologi dengan Kemitraan Antara Polri dan Masyarakat Dalam Penanganan Radikalisme di Kota Tangerang Selatan.

Radikalisme  adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Karena itu kemitraan antara polri dan masyarakat sangat penting dalam penanganan radikalisme dalam upaya menjaga situasi dan kondisi kehidupan di masyarakat tetap aman dan damai.

Selanjutnya AKBP. Ayi Supardan menjelaskan tentang Radikalisme dalam perspektif krimonologi adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik dan paham yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara yang drastic, atau kalau perlu dengan kekerasan.

Kriteria kelompok radikal. Pertama, kelompok yang mempunyai keyakinan ideologi tinggi dan fanatik yang mereka perjuangkan untuk menggantikan tatanan nilai dan sistem yang berlaku. Kedua, dalam kegiatannya sering menggunakan aksi-aksi kekerasan, dan bahkan kasar, terhadap kelompok masyarakat lainnya yang dianggap bertentangan dengan keyakinan mereka. Dan ketiga, secara sosio-kultural dan sosio-religius, mereka mempunyai ikatan kelompok yang kuat dan menampilkan ciri-ciri penampilan diri dan ritual yang khas.

“Deradikalisasi adalah pencerahan sosial dan pemahaman akan kebhinekaan atau keberagaman suatu upaya strategis untuk memangkas seluruh variable yang dipandang sebagai stimulan munculnya radikalisme,” diakhir paparan Kapolres. AKBP. Ayi Supardan. (IsOne/Yat)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Launching FJTangsel 2017, Spirit Smart Dan Modern Jurnalism

Tangsel – Perhelatan Akbar Festival Jurnalistik Tangsel (FTJ) 2017 resmi dilaunching, di Resto Bupe, Serpong, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan