Warga Perumahan Paradise Serpong City, Tagih Janji Pengembang | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Warga Perumahan Paradise Serpong City, Tagih Janji Pengembang
Iklan Ucapan

Warga Perumahan Paradise Serpong City, Tagih Janji Pengembang

Setu – Ratusan warga Perumahan Paradise Serpong City Kelurahan Babakan Kec. Setu Kota Tangsel melakukan aksi damai dengan pemasangan spanduk pada hari Rabu (28-9-2016), menuntut kepada pihak pengembang perumahan PT.Subur Progress menyediakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang selama ini belum diserahkan ke warga.

Warga mengeluhkan selama ini pihak PT. Subur Progress tidak pernah memikirkan hak dari warga untuk mendapatkan lahan fasos/fasum, khususnya balai warga dan sarana olah raga juga belum semua ada.

Koordinator Paguyuban warga aksi damai, Eko Y. mengatakan warga menagih janji fasum dan fasos ke PT. Subur Progress yang sudah bertahun-tahun dijanjikan hingga saat ini belum direalisasikan.

168154df-391e-485b-8b85-d07b1ea99a98

“Kami selaku warga punya hak atas janji-janji yang tidak di tepati, kami bersama seluruh warga melakukan ini bukan karena kami “meminta” akan tetapi PT. Subur Progress yang berjanji, dan di cantum dalam marketing bisnisnya itu, faktanya sampai sekarang belum terealisasi,” katanya

Aksi pemasangan spanduk dipasang di pintu masuk perumahan dan dibeberapa lokasi di Perumahan Claster Paradise Serpong City. Aksi berlangsung damai dengan penjagaan ketat dari satuan pengamanan Binamas Polsek Cisauk dan Satpol PP. Kota Tangsel.

“Masalahnya, developer tidak memenuhi janji-janji waktu jualan, fasum dan fasos belum ada. Biaya IPL dari 140 ribu menjadi 280 ribu, dinaikkan sepihak tanpa musyawarah,” ujarnya lagi.

Sementara itu Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan tempat pemukiman Pasal 1 dan 2, pengertian perumahan adalah: “…..kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umumsebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.”

Dalam pasal 143 disebutkan, pihak pengembang (developer) dilarang menyelenggarakan pembangunan perumahan, yang tidak membangun perumahan sesuai dengan kriteria, spesifikasi, persyaratan, prasarana, sarana, dan utilitas umum yang diperjanjikan.

Apabila pihak pengembang tidak menyediakan sarana fasos/fasum dapat dijerat pidana berdasarkan Pasal 151 UU 1/2011, yang berbunyi sebagai berikut:

Setiap orang yang menyelenggarakan pembangunan perumahan, yang tidak membangun perumahan sesuai dengan kriteria, spesifikasi, persyaratan, prasarana, sarana, dan utilitas umum yang diperjanjikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Selain pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pelaku dapat dijatuhi pidana tambahan berupa membangun kembali perumahan sesuai dengan kriteria, spesifikasi, persyaratan, prasarana, sarana, dan utilitas umum yang diperjanjikan. (IsOne/Sulis)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Biar Tak Ada Intimidasi, Verifikasi Lelang Di Aula Arhanud

Serpong – Unit Layanan Pengadaan adalah unit organisasi Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi yang berfungsi melaksanakan pengadaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menyambut Bukan Ramadhan