Diskusi Publik Menangkal Radikalisme | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / Tangerang Selatan / Ciputat Timur / Diskusi Publik Menangkal Radikalisme
Menyambut Bukan Ramadhan

Diskusi Publik Menangkal Radikalisme

Ciputat Timur – Diskusi Publik Menangkal Radikalisme yang di selenggarakan oleh Indonesian Democracy Network (IDN) bertempat di Aula Graha Ganesha, Jalan Legoso Raya Ciputat Timur Kota Tangsel.

Diskusi Publik dengan tema “Pancasila; Mengokohkan Kebhinnekaan, Menangkal Radikalisme” dihadiri oleh para pembicara Dr. Bakir Ihsan, Wakil Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Rudi Hartono Juru Bicara Partai Rakyat Demokratik, Dr. H. Mulawarman Hannase, M.Si Direktur Pusat Studi Arab dan Timur Tengah dan moderatornya oleh Sekar Hapsari dari Peniliti Muda Lemhanas.

Dalam paparannya, Direktur Pusat Studi Arab dan Timur Tengah PTIQ, Mulawarman Hannase, M. Si mengatakan Kelompok Islamis sangat ingin mendirikan negara Islam, kalau di lihat sejarah Arab Saudi sendiri membuktikan bahwa negara yang melawan khilafah, itu lah alasan HTI benci Raja Salman.

Kalau di Mesir, Ikhwanul Muslimin merupakan ideologi paling berlawanan, mereka mampu mengkudeta Husni Mubarak dan jaringan mereka tersebar di seluruh dunia, kasus Arab Spring seperti di Yaman dan Tunisia tidak lepas daripada ketakutan kelompok Islamis itu sendiri.

Pada tahun 2014, Nursi presiden Ikhwanul Muslimin kembali digulingkan dan sekarang rezim berganti yaitu dipimpin oleh Afifi. Afifi sangat represif terhadap ikhwanul muslimin.

Sedangkan di Indonesia meskipun Ulamanya tidak sehebat di Timur Tengah, ulama di Indonesia selalu menanamkan dan memupuk nasionalisme. Di timur tengah selalu ada pemisahan antara nasionalis dengan agama, contoh seperti Anwar Sadat dan muammar Khadafi, mereka tokoh nasionalis namun tidak memiliki kapasitas keagamaan.

Seadangkan, Wakil Dekan Fisip UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Bakir Ihsan memaparkan Pancasila menjadi terdistorsi ketika Pancasila dijadikan sebagai kepentingan politik, sebagaimana yang terjadi pada orde baru kekuasaan telah membuat jarak yang jauh antara nilai-nilai Pancasila dengan masyarakat.

“Kebhinekaan adalah takdir kita sebagai bangsa Indonesia, mengingkari kebhinekaan maka mengingkari Indonesia,” ujarnya.

Ketuhanan, kemanusiaan dan persatuan harus mampu diterjemahkan oleh masyarakat, kemudian keadilan sosial yang jelas.

Radikalisme bisa teraktualisasi dalam dua hal yaitu pikiran dan tindakan, ketika radikal dalam pikiran maka menurutnya itu tidak salah, yang salah itu ketika sudah berwujud tindakan.

Ketimpangan ekonomi, keberpihakan hukum terhadap penguasa merupakan faktor eksternal yang menyebabkan seseorang menjadi radikal.

“Ketika kita hidup dengan toleran maka secara tidak langsung kita telah menerapkan pancasila,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral Partai Rakyat Demokrat & pengelola beritaonline.com, Rudi Hartono mengatakan bahwa akhir-akhir ini kita melihat situasi politik kita cenderung konservatif yang jelas merupakan ancaman terhadap pancasila, struktur ekonomoli politik kita sudahkah mengakomodir kelompok-kelompok radikalisme?

“Indonesia menjadi satu satunya bangsa yang memiliki keragaman budaya dan bahasa,” katanya.

Kalau dilihat dari sejarah, ide nasionalisme lebih digagas oleh kelompok kelompok priyayi, itu dibuktikan dengan keberadaan jong java, jong sumatra dll.

Menurutnya, Indonesia mempunyai 3 prinsip mendasar : 1. Kita meyakini keberagaman sejak awal (politik pengakuan) Indonesia menjadi rumah berbagai golongan, 2. Ada cita-cita keadilan yang sangat kuat (Politik Redistribusi), 3. Pengakuan terhadap demokrasi.

Orde baru selalu mengklaim sebagai rezim yang sangat Pancasilais, seolah olah tubuh orde baru ini adalah Pancasila. Padahal di zaman orde baru tidak ada ruang keragaman, dan orde baru cenderung menciptakan masyarakat homogen.

Kegiatan diskusi publik selesai rangakain diskusi publik berjalan dengan tertib dan kondusif. (*)

About Redaksi

Check Also

Pengendara Motor Terjatuh Dan Meninggal Dunia

Tangsel – Saat sedang mengendarai sepeda motor, seorang pengendara terjatuh dan meninggal dunia pada hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *