Kegiatan Panels Session Di UIN Jakarta | BIDIK Tangsel
Home / Tangerang Selatan / Ciputat Timur / Kegiatan Panels Session Di UIN Jakarta
Iklan Ucapan

Iklan Ucapan

Kegiatan Panels Session Di UIN Jakarta

Ciputat Timur – Kegiatan Panels Session “Globalization and Transnational Movements Southeast Asian Islam and ISIS” dilangsungkan di Ruang FISIP Lt. 3 Kampus II UIN Jakarta, Jalan Kertamukti Kel. Cirendeu Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (10/8-2017).

Dalam penyampaian, Bayu Mitra A. Kusuma dari Sunan Kalijaga State Islamic University) UIN of Yogyakarta mengatakan kelompok teroris seperti Abu Sayyaf sering beroperasi dengan melintasi beberapa wilayah perairan negara-negara Asia Tenggara, sehingga masalahnya berubah menjadi isu regional.

Menurutnya untuk mengatasi, pemerintah Filipina pada tahun 2017 telah membentuk sebuah unit khusus Muslim dalam kekuatan militer mereka.

Di satu sisi, hal tersebut memiliki dampak positif diantaranya Pendekatan religius dan budaya akan membuka ruang dialog yang lebih besar dibandingkan dengan pendekatan militer konvensional.

Kedua, lanjutnya Lebih mudah beradaptasi dan menyebar untuk mendapatkan dukungan masyarakat setempat.

Ketiga sangat memudahkan koordinasi dan kerjasama dengan militer lndonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebagai negara dengan populasi mayoritas Muslim.

Akan tetapi di sisi lain, ini juga memiliki dampak negatif diantaranya Potensi munculnya faksi-faksi di dalam militer atau celah antara unit Muslim dengan tentara lainnya.

“Memperkuat stigma bahwa umat Islam adalah teroris dan harus diperjuangkan dengan Muslim garis keras juga,” kata Bayu dalam acara tersebut.

Hadir juga Debbie Affianty Lubis dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, lndonesia menceritakan kelompok teror Maute melancarkan serangan pada tanggal 23 Mei 2017 di Kota Marawi, Filipina, dan menyita bangunan pemerintah, rumah sakit dan sekolah tempat bendera lSlS dipasang.

Begitupun dengan Mohamad Peculan dari Institut de recherches Asiatiques, France menjelaskan bahwa di jantung daerah Asia Tenggara (Indonesia) di mana 87% dari 240 juta penduduk secara resmi dinyatakan sebagai Muslim, adalah target utama organisasi Negara Islam (ISIS).

Panels lainnya, Mustafa Selcuk dari Aristotle University of Thessaloniki, Greece menjelaskan Radikalisasi bukanlah fenomena baru di Asia Tenggara. Radikalisasi lslam meningkat dan menjadi isu penting di Asia Tenggara sejak tahun 2001.

Dari hasil pantauan media bahwa catatan Kegiatan Panels Session ini merupakan rangkaian kegiatan The 2nd Studia Islamika International Conference 2017, yang diselenggarkaan oleh PPIM UIN Jakarta. (*)

Peserta yang terlibat berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara dan dunia seperti Prancis, Jerman, Inggris, USA, Jepang, dan Australia. (*)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

17 Sekolah Berkompetisi di Ajang “AXIS Dance Competition 2017”

Tangsel – Program “AXIS Dance Competition” yang diselenggarakan sejak akhir Agustus lalu telah memasuki babak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *