Khutbah Idul Adha, Ketaatan Dan Pengorbanan Terhadap Allah SWT | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Khutbah Idul Adha, Ketaatan Dan Pengorbanan Terhadap Allah SWT
Iklan Ucapan

Iklan Ucapan

Khutbah Idul Adha, Ketaatan Dan Pengorbanan Terhadap Allah SWT

Serpong – Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1438 H, di Masjid Asy Syarif Al Azhar BSD, Serpong Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jum’at (01/09-2017), bertindak sebagai khotib Drs. Usama Hisyam, bertindak sebagai imam Ust. Anshorudin Al Hafidz.

Dalam khutbah yang bertemakan “Ketaatan dan Pengorbanan Kepada Allah SWT”, Ketua Umum Parmusi, Drs. Usamah Hisyam mengatakan marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan shalat Idul Adha bersama, dan sekaligus berwasiat untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan meningkatkan persaudaraan kita.

“Dalam beberapa hari ini juga saudara-saudara kita, Muslimin dan Muslimat dari seluruh penjuru dunia, sedang berkumpul di tanah suci dalam rangka melaksana kan rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji. Kita berdoa, semoga Allah menjadikan haji mereka haji yang mabrur,” katanya dalam khutbah itu.

Terdapat hubungan yang erat antara ibadah haji dengan hari Idul Adha ini, yang juga disebut “hari raya qurban” ini.

Keduanya terkait dengan sejarah Nabi Ibrahim dan anaknya, nabi Ismail. Bahkan amalan-amalan ibadah haji yang disyari’atkan kepada kita sebagian besar merupakan napak tilas dari peristiwa-peristiwa yang dialami oleh keduanya.

Peristiwa-persitiwa ini, terutama dalam bentuk qurban, mengandung hikmah adanya sikap berserah diri (kepasarahan) Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah SWT.

Dengan kepasrahan inilah Nabi Ibrahim mentaati perintah Allah dengan sepenuhnya untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail.

“Kita pun diajarkan untuk berserah diri kepada Allah, sebagaimana yang kita baca dalam doa iftitah setiap awal shalat, yang juga tersebut dalam (.25 Al An’am: 62: “Katakanlah. Sesungguhnya shalatku, ibadah, hidup dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”,” ujarnya.

Sikap berserah diri ini merupakan perwujudan dari ajaran Islam tentang tauhid kepada Allah.

Kepasrahan ini juga sejalan dengan arti kata ”Islam”, yang di samping berarti ”kedamaian” juga berarti ”kepasarahan”.

Dengan sikap kepasrahan inilah kita mentaati perintah-perintah Allah dan meninggalkan Iarangan-larangannya, yang juga disebut sebagai “taqwa”.

Dengan kepasrahan ini pula kita akan memiliki sifat-sifat atau akhlak (karakter) yang terpuji, baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar.

Pada saat ini pendidikan karakter memperoleh perhalian yang besar, baik dari pemerintah, ulama, pendidik, maupun tokoh masyarakat.

Hal ini karena pada saat ini dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan bemegara masih banyak terjadi gcjdla-gcjala yang menunjukkan karakter yang tidak balk, terutarna ketidak jujuran, kctidakadilan, permusuhan, kemalasan, dan sebagainya.

Sifat-sifat inj tidak hanya merugikan diri orang yang momililxinya, tetapi juga merugikan orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk mewujudkan pendidikan karakter, kita perlu meningkatkan pendidikan agama, bail dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Hal ini karena inti ajaran agama adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (al-akhlaq al-kurimah); dan dengan demikian, semestinya pendidikan agama itu mencakup pendidkan karakter atau pendidikan moral ini.

Pendidikan agama tidak cukup hanya mangajarkan aqidah dan ibadah, tetapi juga mengajarkan akhlak mulia ini.

Gejala ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi bisa juga terjadi di negara-negara demokratis lainnya, termasuk negara-negara maju.

Hal ini merupakan akibat dari mobilitas sosial (perpindahan penduduk) yang sangat dinamis pada saat ini, sejalan dengan proses globalisasi, baik dari daerah ke daerah lain maupun dari satu negara ke negara lain.

Akibatnya para pendatang dan penduduk asli dengan berbagai macam latar belakang budaya dan keyakinan mereka berinteraksi (berhubungan) di suatu tempat.

Dalam interaksi ini, bisa terjadi hubungan yang baik (positif), yakni integrasi dan kerjasama; tetapi bisa juga terjadi hubungan yang buruk (negatif), seperti prasangka, persaingan, gesekan, atau konflik.

Sementara, dalam konteks kehidupan politik, kadang-kadang muncul ketegangan, perselisihan atau konflik dalam Pernilu dan Pilkada, yang di antaranya dikaitkan dengan isu-isu SARA. Issu-issu dikhawatirkan dapat merusak kerukunan.

Namun hal ini bukan berarti, bahwa semuanya bisa dimanfaatkan dan clinikmati dengan bebas dan tanpa batas.

“Allah telah memberi petunjuk atau batasan-batasan yang jelas, apa saja yang dapat dimanfaatkan clan dinikmati (halal) dan apa saja yang tidak dapat (haram),” ungkapnya.

Sabda Rasulullah SAW:
“Hal-hal yang dihalalkan itu sudah jelas, dan yang diharamkan juga sudah jelas. Namun di antara keduanya, ada hal-hal yang kabur (syubhat), yang banyak orang tidak mengetnhuinya. Barangsiapa yang takut melakukan syubhat, maka berarti ia telah bebas (bersih) untuk agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang jatuh dalam perkara syubhat, maka berarti ini telah jatuh.

“Hari ini hari yang istimewakan dimana Allah menamakannya hari raya haji di seluruh dunia umat islam mengumandangkan takbir dimana kita mengenang sejarah 2 orang nabi dan rasul yaitu nabi ibrahim dan ismail,” tuturnya dalam ceramah itu.

Dimana Nabi Ibrahim yang di perintah Allah SWT untuk mengorbankan anaknya Ismail agar di sembelih, antara kecintaan kepada Allah dan kepada anak oleh karena itu Nabi Ibrahim lebih mencintai Allah SWT.

Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Ismail sebagai anak yang soleh menuruti apa yang di perintahkan oleh Allah SWT. untuk di sembelih, sebagai peristiwa penting sejarah ini tidk bisa di lupakan oleh umat muslim dunia, setiap rambut adalah kebaikan, mudah-mudahan semua kebaikan kita di balas oleh Allah SWT, siapa orang yang baginya ada sebagian rejeki tapi tidak berkurban maka lebih baik mati.

“Mudah mudahan seluruh jamaah haji yang ada di makah khususnya Indonesia dijadikan haji yg mabrur, amin….,” akhir ceramahnya. (*)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Kepala Dinas di Tangsel Harus Fokus, Dan Ikut Olahraga Menembak.

Pamulang – Dalam Pembukaan Open Shooting Tournament 2017 Kapolres Cup Tangsel, Ketua KONI Kota Tangerang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *