Pengembang Properti Wajib Mengikuti Perda Drainase Perkotaan | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Pengembang Properti Wajib Mengikuti Perda Drainase Perkotaan
Iklan Ucapan

Iklan Ucapan

Pengembang Properti Wajib Mengikuti Perda Drainase Perkotaan

Serpong – Banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Kota Tangsel diwaktu musim hujan, masih menjadi persoalan untuk segera dibenahi.

Pemkot Tangsel bersama DPRD Tangsel telah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Drainase Perkotaan untuk dalam mengatur sistem drainase, termasuk saluran air milik pengembang properti yang ada.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel, Retno Prawati mengatakan, pembangunan yang ada di Kota Tangsel saat ini tak lepas dari tiga pengembang besar seperti Jaya Real Property di Kec. Pondok Aren, PT BSD di Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu serta Alam Sutera di Kecamatan Serpong Utara.

Masing-masing pengembang, memiliki sistem drainase sendiri yang tidak terintegrasi dengan saluran di luar kawasan pengembang.

“Ini yang coba kita atur. Jadi, sistem drainase antara kawasan perumahan dengan di luar perumahan harus terintegrasi. Karena ada sebuah daerah yang selalu banjir dan ternyata setelah dicek, saluran airnya masuk ke kawasan perumahan dan saluran yang masuk ke perumahan itu dipersempit oleh pengembang,” kata Retno menjelaskan kepada awak media, akhir pekan kemarin.

Ketimpangan ini, menurutnya harus segera diakhiri. Untuk itu, melalui Perda Drainase Perkotaan nantinya sistem pembuangan air baik di kawasan perumahan maupun di luar perumahan akan diatur langsung oleh Pemkot Tangsel.

“Jadi, perumahan maupun kawasan di luar perumahan aman,” bebernya.

Diakui Retno, pada pelaksanaannya nanti, Pemkot Tangsel bakal membangun kerjasama dengan pengembang swasta, baik itu PT Jaya Real Property, PT BSD maupun Alam Sutera untuk membuat sistem drainase terintegrasi.

“Dengan penataan drainase terpadu, diharapkan permasalahan banjir di Kota Tangsel akan teratasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Drainase Perkotaan, Abdul Rahman mengatakan pengembang-pengembang properti di Kota Tangsel wajib mengikuti Perda Drainase Perkotaan.

Jika tidak, menurutnya bakal ada sanksi bagi mereka yang tak mematuhi aturan.

“Maka itu, kita terus sosialisasikan juga kepada para stakeholder, seperti pengembang-pengembang properti. Bahwa mereka wajib mengikuti aturan yang baru dibuat ini,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Abdul Rahman menambahkan ada point sanksi bagi para pelanggar peraturan tersebut.

Sanksinya, pelaku penyerobotan atau pelanggar bisa diancam hukuman penjara enam bulan dan denda Rp 50 juta.

“Jadi ini tidak main-main, agar penataan Kota Tangsel ke depannya lebih baik,” tegasnya.

Dia menambahkan, Pansus DPRD Kota Tangsel juga melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke daerah yang sudah menerapkan terlebih dahulu soal sanksi pelanggar regulasi.

Abdul Rahman menyebutkan, sanksinya sama seperti yang diterapkan dalam Raperda Drainase Perkotaan.

“Harapannya, dengan rutin sosialisasi seperti ini, nantinya tidak akan ada lagi para pelanggar. Karena sanksinya pun sudah jelas, pidana dan denda. Kami juga minta agar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder,” harapnya. (TO)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

17 Sekolah Berkompetisi di Ajang “AXIS Dance Competition 2017”

Tangsel – Program “AXIS Dance Competition” yang diselenggarakan sejak akhir Agustus lalu telah memasuki babak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *