Presiden Tangsel Club, Terpilih Menjadi Ketua Panitia Konferensi Internasional | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Presiden Tangsel Club,
Terpilih Menjadi Ketua Panitia Konferensi Internasional
Iklan Ucapan

Iklan Ucapan

Presiden Tangsel Club,
Terpilih Menjadi Ketua Panitia Konferensi Internasional

Serpong – Presiden Tangsel Club (TC) terpilih menjadi Panitia Nasional Konferensi Internasional “Penyelamatan Kearifan Lokal dan HAM dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam Nusantara untuk Dunia,” yang dilaksanakan dalam rapat kerja PAK -HAM-Papua, tanggal 29 Agustus- 2 September 2017, di Puncak Bogor.

Dalam jumlah pers kemarin, Uten Sutendy mengatakan, beberapa konsep dan sistem nilai kearifan lokal yang tersebar di Indonesia bisa menjadi modal sekaligus rule model yang bisa ditawar kan bagi upaya penyelesaian berbagai konflik yang banyak terjadi di Indonesia dan belahan dunia.

Hal tersebut di sampaikan oleh Uten Sutendy, selaku Ketua Panitia Pelaksana Rencana Konferensi Internasional tentang “Penyelamatan Kearifan Lokal dan HAM bagi Penyelamatan Sumber Daya Alam Nusantara untuk Dunia,” yang akan diselenggarakan oleh PAK-HAM-Papua, menurut rencana dilakdanakan pada bulan Maret 2018 mendatang di Bali.

Berbagai faham, ideologi dan agama besar, menurut Uten, yang selama ini menjadi acuan banyak orang dan institusi negara, sebagian boleh dibilang telah gagal dalam menciptakan kedamaian dan ketenteraman dunia.

“Malah diantaranya menjadi bagian dan sumber konflik itu sendiri,” katanya.

Menurut Uten Sutendy, saat ini kekuatan kepentingan ekonomi dan politik sangat besar hingga mampu menggeser peran penting aspek spritual, agama, dan kebudayaan dalam pembangunan umat manusia .

“Bahkan peran komunitas agama-agama mulai bergeser menjadi kendaraan politik dan ekonomi, ” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia yang juga dikenal sebagai budayawan, segala upaya penyelesaian konflik yang terjadi di Indonesia, bahkan dunia, harus dikembalikan kepada akarnya.

Jika diibaratkan kehidupan ini seperti sebuah pohon, maka akar pohon itu ada dan tumbuh di Nusahtara yang merupakan pusat bumi atau inti jagad.

“Sebuah pohon besar tidak mungkin bisa berbunga dan berbuah lebat dan baik bila akarnya tidak di pelihara, ” ungkap Uten .

Nilai-nilai kearifan lokal yangberkembang dan tersebar dalam berbagai komunitas adat di Indonesia dari Sabang sampai Marouke adalah akar -akar peradaban atau locus, tempat dimana semua jenis peradaban umat manusia berasal.

” Komunitas -komunitas tersebut selama ini memegang peran penting dan strategis dalam mengimplementasikan tugasnya menjaga, melindungi dan melestarikan keutuhan keseimbangan ekosistem,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kearifan Lokal yang ada di Baduy Banten dan Papua misalnya, adalah sedikit contoh dari sekian banyak suku dan adat di Nusahtara yang secara konsisten menjaga dan melindungi ketersediaan sumber daya alam Nusantara, tambahnya.

Jika saat ini nilai- nilai luhur pada komunutas adat mulai terjadi ada pergeseran, itu karena pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang sangat hegeimonik.

“Tetapi secara konseptual nilai nilai kearifan lokal yg ada di Nusantara memiliki arti penting yg bisa ditawarkan bagi upaya penyelesaian konflik dan penyelamatan sumber daya alam,” tegas Uten lagi.

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Kepala Dinas di Tangsel Harus Fokus, Dan Ikut Olahraga Menembak.

Pamulang – Dalam Pembukaan Open Shooting Tournament 2017 Kapolres Cup Tangsel, Ketua KONI Kota Tangerang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *