Rakor Tim Gugus Tugas TPPO Tangsel | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / Rakor Tim Gugus Tugas TPPO Tangsel
Iklan Ucapan

Rakor Tim Gugus Tugas TPPO Tangsel

Serpong – Rapat Koordinasi Jejaring Tim Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TGTTPPO) Kota Tangsel, Selasa (14/3-2017) bertempat Kampung Anggrek Resto, Jln. Raya Buaran Viktor No. 81 Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan..

Acara yang dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir. Hj. Hendarni, Kepala Kejaksaan Negri Kab. Tangerang atau yang mewakili, Fajar Said, Ketua Pengadilan Negri Tangerang atau yang mewakili, Ibu. Nirwana, Kepala Dinas Kesehatan atau yang mewakili, Iin Tarsinah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel atau yang mewakili, Junaedi,

Tampak juga, Bapeda Tangerang selatan atau yg mewakili, Sri Hartini, Disdukcapil atau yang mewakili, Ernawati, Dinas Sosial atau yang mewakili, Ari Widiastuti, Kementrian Agama Tangerang Selatan atau yang mewakili, Suwawan, Ketua MUI Tangerang Selatan atau yang mewakili, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan, Perwakilan Polsek Pamulang, Perwakilan Polsek Serpong, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP. Alexander S.I.K. MH dan Ketua Pelaksana, Hj. Khairati.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Ir. Hj. Hendarni mengatakan tindakan perdagangan orang ini merupakan perbuatan yang sangat keji dan melanggar hukum, bagaimana caranya yaitu dengan membujuk dan merayu agar mau di ajak lalu di tampung dengan tujuan untuk exploitasi atau dengan kata lain Trafiking itu kalau antar negara.

Unsur Tindak pidana perdagangan orang itu ada 3 yaitu Proses, cara dan tujuan. Exploitasi itu adalah dengan atau tanpa persetujuan korban yaitu dengan memaksa lalu di sekap.

Sekarang ini yang lebih di sorot yaitu masyarakat miskin artinya miskin informasi dan tidak mengetahui perkembangan jaman yang mau di iming imingi dengan gaji mahal lalu mau mengikuti padahal mereka tidak tahu kalo dirinya itu akan di jual.

Terutama anak anak mereka ini yang nantinya akan dijual yang akan di manfaatkan yaitu organ dalam tubuhnya karena mahal di luar negri.

Di wilayah pengungsian trafiker akan lebih mudah untuk menculik atau merayu anak anak di iming imingi dengan uang.

Terus tak kalah pentingnya masalah jeratan hutang orang tua rela menyerahkan anaknya untuk dipekerjakan padahal tujuannya adalah untuk di jual keluar negri.

Selanjutnya pemalsuan identitas si korban dari anak usia masih di bawah umur menjadi usia yg produktif sebagai pengantin pesanan ini juga sama termasuk exploitasi.

Menurutnya, faktor pendorong terjadi nya penjualan dan perdagangan orang yaitu pendidikan, faktor ekonomi dan kurangnya informasi.

“Untuk itu saya mengajak bapak-bapak dan ibu disini agar lebih memperhatikan keluarga khususnya dan dilingkungan kita umumnya agar lebih berhati hati,” ujarnya.

Narasumber Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP. Alexander SIK. MH. dalam penyampaiannya mengatakan semalam kepala badan pemberdayaan wanita dan perlindungan anak sudah menangkap 1 orang yang diduga pelaku perdagangan anak di bawah umur.

Menurutnya, sudah 1 bulan ini Polres Tangsel sudah menggunakan undang undang perdagangan orang ini. Tindakan pidana perdagangan orang ini secara sadar atau tidak sadar sudah melanggar hukum. Hukum akan selalu berkembang di Tangsel ini.

“Mohon maaf saya sampaikan rata rata untuk daerah jawa barat kebanyakan menjadi pekerja sex komersial. Terkait peraturan perundang undangan itu sendiri kelemahan hukum di Indonesia ini adalah hukum berkembang di hukum hakim, karena belum menjawab tantangan hukum yang berlaku,” ungkapnya

Ia, mengharapkan hukum di Wilayah Tangerang Selatan ini dijalankan dengan sepenuh hati dan jangan dibuat bahan guyonan, ujarnya.

Acara Rapat Koordinasi Jejaring Tim Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang selesai pukul 12:30 Wib. Berjalan tertib, lancar dan kondusif. (*)

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

IJTI Korwil Tangsel Dan Polres Tangsel Buka Bersama

Pondok Aren – Ikatan Jurmalist Televisi Imdonesia (IJTI) Korwil. Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polres Tangsel, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *