Rapat Fasilitasi Pembentukan FPK, Ada Aksi WalkOut | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / News Tangsel / Rapat Fasilitasi Pembentukan FPK, Ada Aksi WalkOut

Rapat Fasilitasi Pembentukan FPK, Ada Aksi WalkOut

Serpong – Rapat Fasilitasi Pembentukan Forum Pembauran dan Kebangsaan (FPK) Kota Tangsel, Kamis (23/3-2017) dilaksanakan di salah satu rumah makan di Jalan Kapten Sobianto, Serpong Kota Tangsel

Acara yang diselengarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Tangerang Selatan dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari Para perwakilan tokoh suku/etnis masyarakat Kota Tangsel.

Tampak hadir Kepala Kesbangpol, Azhar Syam’un, Staf Ahli Walikota Tangsel, Deddy Budiawan, Kabid. Kesbangpol Kota Tangsel, TB Suradi, dan Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak.

Dalam penyampaiannya, Staf Ahli Walikota Tangsel, Dedy Budiawan mengatakan ‎Kota Tangsel merupakan kota yang heterogen terdiri dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Bahkan warga negara asing pun cukup banyak di Tangsel ini.

Dengan terbentuknya Forum Pembauran dan Kebangsaan (FPK) di Tangsel telah memberikan manfaat bagi kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara di Tangsel ini.

Pembentukan FPK di Kota Tangsel berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan Di daerah.

“Kehidupan berbangsa dan bernegara dalam era reformasi ini telah membawa dinamika di Tangsel,” katanya

Diharapkan dengan adanya FPK ini dapat memberikan hal yang positif dalam membina kerukunan antar warga negara di Kota Tangsel ini.

Dengan adanya FPK ini peran mayarakat akan lebih maksimal dalam proses pembangunan kesejahteraan masyarakat Kota Tangsel.

Menurutnya, sebagai tanggung jawab moral anak bangsa FPK dapat bekerjasama yang hendaknya berfikir jernih sehingga Kota Tangsel terhindar dari berbagai perpecahan dan konflik.

“FPK juga sebagai upaya menghilangkan pengelompokan suku di Tangsel ini, karena yang tergabung dalam FPK merupakan warga Tangsel yang sama-sama memiliki hak di Kota Tangsel ini,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Kesbangpol Kota Tangsel, Azhar Syam’un mengatakan keragaman suku di Kota Tangsel ini dapat saja menimbulkan hal yang negatif jika tidak dikelola secara baik.

Sehingga dapat menimbulkan pecah belah anak bangsa di Tangsel. Hal ini lah yang melatarbelakangi pembentukan FPK ini.

Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkot Tangel diberi tugas oleh Kementrian Dalam Negeri untuk memfasilitasi pembentukan FPK didaerah.

Di Tangsel sudah ada forum yang memfasilitasi antar umat beragama yaitu FKUB dan ada juga forum yang kewaspadaan di masyarakat yaitu FKDM.

“Sedangkan FPK dikhususkan untuk pembinaan suku dan etnis di masyarakat yang ada di Tangsel,” ungkapnya.

Menurutnya, FPK dapat membantu Pemkot Tangsel dalam pembinaan antar suku etnis di Tangsel ini. FPK sudah sangat ditunggu-tunggu keberadaannya di masyarakat.

“Jika ada potensi konflik antar etnis maka dapat diselesaikan forum ini sehingga tidak membesar menjadi konflik sosial yang dapat merugikan Tangsel secara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rojak yang juga Pimpinan Rapat Pembentukan Pengurus FPK Tangsel, mengatakan ada beberapa suku atau etnis besar di Tangsel, yaitu Jawa, Sunda, Betawi, Minang, Aceh, Bugis.

Perwakilan etnis akan diakomodir untuk masuk dalam kepengurusan FPK Tangsel, dan tidak semua etnis dapat menjadi pengurus FPK ini.

Namun akan selalu dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan di Tangsel ini.

Pihaknya mendapat amanah dari Pemkot Tangsel untuk dapat membentuk Kepengurusan FPK periode 2017 – 2022.

Rapat dilanjutkan dengan membentuk tim Formatur, yaitu :
Unsur Pengurus FPK Periode 2011 – 2016 : Fachrudin Zuhri
Etnis Suku Jawa, Ngatmin Al Arif, Etnis Suku Sunda, Nana Sudjana, Etnis Suku Betawi, Heri Soemardi, Etnis Masyarakat Aceh, Amrizal, Etnis Sulawesi, Sukri dan Etnis Minang, Syahrinaldin‎.

Setelah terbentuknya Tim Formatur, dilanjutkan dengan Rapat Tim Formatur untuk menetapkan Kepengurusan FPK Periode 2017 – 2022.

Setelah Rapat tersebut akhirnya diputus kan kepengurusan FPK 2017 -2022 dengan susunan pengurus sbb :

Ketua : Fachrudin Zuhri
Wakil Ketua I : Heri Sumardi (Perwakilan Betawi)
Wakil Ketua II : Syahrinaldin (Perwakilan Minang)
Sekretaris : Amrizal (Perwakilan Aceh)
Wakil Sekretaris : Ngatmin Al Arif (Perwakilan Jawa)
Bendahara : Sukri (Perwakilan Sulawesi)
Wakil Bendahara : Nana‎ Sudjana (Perwakilan Sunda).

Sementara itu, Perwakilan Betawi, Heri Somardi mengatakan pihaknya mengundurkan diri dari Tim Formatur dan sebagai Wakil Ketua I sesuai hasil Rapat Formatur.

Karena seharusnya perwakilan Betawi mendapat porsi lebih di Kepengurusan FPK.

Untuk itu pihaknya bersama perwakilan yang hadir dalam Rapat ini menyatakan Walk Out dan menyatakan perwakilan betawi tidak berkenan dijadikan pengurus FPK 2017 – 2022.

Rangkaian kegiatan FPK berjalan dengan tertib dan kondusif. (*)

About Redaksi

Check Also

Membaca Pola Asuh Generasi Digital

#Opini #SuaraWarga, Tangsel – Perkembangan teknologi sekarang ini, penggunaan perangkat digital bagi kehidupan anak telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *