REFLEKSI HARI KEMERDEKAAN | BIDIK Tangsel
Festival Jurnalistik Tangsel 2017
Home / News Tangsel / REFLEKSI HARI KEMERDEKAAN
Iklan Ucapan

REFLEKSI HARI KEMERDEKAAN

Opini, Suara Warga -Hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus, tiap tahunnya rutin diperingati melalui aktifitas “tujuhbelasan”. Seperti, upacara pengibaran bendera ataupun lomba-lomba yang selalu dijalankan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dalam konteks memperingati, hal tersebut boleh-boleh saja, tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi, sejogjanya bahwa peringatan hari kemerdekaan juga harus dimaknai sebagai momentum untuk kembali mengingat akan merdeka itu sendiri, secara hakiki.

Sebagai warga negara RI, sepatutnya miris melihat iklan masif yang diguyur Grup Lippo di pelbagai media nasional dalam membangun kawasan “maha elit” Meikarta di Cikarang Bekasi. Apalagi ada fakta, bahwa Pemeintah Daerah (Pemda) Jawa Barat belum memberikan izin. Bahkan, kawasan RT/RW seluas 500 hektar belum disahkan. Seperti  yang direncanakan, kawasan tersebut akan dibangun dengan nilai Rp267 triliun. Menggiurkan bukan? Ditambah lagi untuk mempercantik kawasan, akan dibangun menara-menara yang menjulang tinggi ke langit sebanyak 289 unit. Serta, fasilitas yang nyaman dan mewah dan didukung sistem transportasi terpadu. Sangat mempesona.

Grup Lippo membangun sebuah “surga” bagi orang-orang berduit, bukan orang-orang melarat dan berkantong tipis. Mirip-mirip tipisnya kantong almarhum yang dibakar hidup-hidup oleh warga di pasar tradisional sekitar kawasan Meikarta pada awal Agustus lalu. Inilah fakta. Fakta yang telanjang bulat. Inilah yang mengonfirmasi bahwa negara mandul alias lumpuh berhadapan dengan pemilik modal raksasa.

Fakta inilah yang mengamini bahwa naga-naga pemiliki modal raksasa ternyata telah menentukan “hitam-putihnya” Republik yang sudah berusia 72 tahun ini. Naga-naga ini tidak berafilisasi pada Parpol tertentu, tapi mereka “menebar teologi balas budi” kepada penguasa dan calon penguasa. Siapapun dia!.

Seperti halnya di Amerika, orang Yahudi yang populasinya hanya 7 juta orang, tidak pernah berambisi menjadi Presiden. Tapi kita tahu, siapapun Presidennya di negeri Paman Sam itu, pastilah otak kebijakanya berpihak ke bangsa Yahudi. Begitu pula kekuasaan naga-naga di Tanah Air tercinta ini. Mereka yg jumlahnya secuil itu, telah menentukan otak kebijakan negeri nan elok indah ini. Quo Vadis Republikku?

Jelang ulang tahun almarhum Bung Hatta ke 115 pada 12 Agustus 2017, penulis teringat tulisan beliau tentang penataan lahan (landreform). Landreform penting karena tanah adalah faktor produksi yang penting, alat yang menghasilkan. Baik buruknya penghidupan rakyat tergantung kepada keadaan kepemilikan lahan.

Kata Hatta, “tanah tidak boleh menjadi alat kekuasaan orang-seorang, untuk menindas dan memeras hidup orang banyak”. Bahkan Hatta menambahkan, “tanah tidak boleh lagi menjadi obyek perniagaan yang diperjualbelikan, semata-mata untuk mencari keuntungan”.

Pun demikian, penulis akhirnya kembali teringat pula dengan dialog antara Umar bin Khattab dengan Bilal. Seperti yang dinukil Taqyuddin an Nabhani, Umar berkata kepada Bilal; “..bahwa Rasulullah saw tidak akan memberikan (lembah) itu kepadamu untuk kamu pagari agar orang-orang tidak bisa mengambilnya, akan tetapi beliau memberikan  kepadamu agar kamu menggarapnya. Maka ambilah dari tanah tersebut yang sanggup kamu kelola dan yang lain (yang tidak bisa kamu kelola) kamu kembalikan”.

Subhanallah. Memang penguasaan tanah harus dibatasi. Lahan tidak boleh nganggur. Harus diproduktifkan demi  kesejahteraan rakyat. Demi Sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila itulah letak sukma dan marwah bangsa kita. Tanpa itu, negeri akan segera diarak keranda “ke tiang gantungan sejarah”.Wallahu a’l.

(Mukhaer Pakkanna, STIE Ahmad Dahlan Jakarta).

Hubungi Kami Melalui WA

About Redaksi

Check Also

Swasti Saba Wiwerda Terbaik Tahun 2017 Untuk Kota Tangsel

Tangsel – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda Terbaik Tahun 2017 dan Penghargaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: