Sarasehan dengan tema Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi | BIDIK Tangsel
Festival Jurnalistik Tangsel 2017
Festival Jurnalistik Tangsel 2017
Home / Tangerang Selatan / Ciputat Timur / Sarasehan dengan tema Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi
Iklan Ucapan

Sarasehan dengan tema Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi

Ciputat Timur – Kegiatan Sarasehan dengan tema “Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi”, berlangsung di Aula Student Center UIN Jakarta, Jln Ir.H Juanda No. 95 Kel Cempaka Putih Kec Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis, (9/11-2017).

Acara yang dihadiri sekitar 100 orang dengan penanggung jawab, Ali Nuralizein mengatakan Kegiatan ini sebagai upaya menjaga ritme semangat antikorupsi anak-anak muda di UIN Jakarta, dengan mengadakan kegiatan Saresehan dengan tema “Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi”.

” Kegiatan ini bertujuan membentuk diskursus wacana peran pemuda masa kini memahami pentingnya nilai-nilai antikorupsi,” paparnya dalam Sarasehan tersebut.

Sebagaimana konsepsi jihad dalam Islam yang harus relevan dengan kondisi zaman, spiritjihad bukan Iagi dipahami hanya upaya mengangkat senjata membela agama, tetapi jihad dapat dibumisasikan o|eh anak-anak muda menjadi bagian dari spirit perjuangan antikorupsi.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk diskursus wacana peran pemuda masa kini memahami pentingnya nilai-nilai antikorupsi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, sebagaimana konsepsi jihad dalam Islam yang harus relevan dengan kondisi zaman, spirit jihad bukan Iagi dipahami hanya upaya mengangkat senjata membela agama, tetapi jihad dapat dibumisasikan o|eh anak-anak muda menjadi bagian dari spirit perjuangan antikorupsi.

Sedangkan, Muhamad Sobari selaku Budayawan, mengatakan keinginan generasi muda untuk bergabung dalam bidang politik, sama seperti kejadian pada angkatan muda 66, dimana banyak anak muda yang terlibat dalam politik demi merubah kondisi bangsa yang saat itu mengalami keburukan birokrasi.

“Kaum muda mau berjihad melawan korupsi, harus ada pertimbangan moral politik yang jernih, bahwa kaum mudalah yang harus menunjukan hidup bersih,” ungkapnya.

Menurutnya, Mahasiswa harus mampu mewujudkan kondisi anti korupsi dilingkungan sekitarnya, seperti penyimpangan penggunaan anggaran bantuan pemerintah, dari tingkat jurusan, fakultas, bahkan sampai tingkat universitas.

Mahasiswa harapan rakyat dan masa depan bangsa, harus belajar terbuka, turut menata jalannya pemerintahan, berbicara mengenai birokrasi, sehingga mampu berbicara anti korupsi.

Ia berharap, merupakan kemulian dan keagungan bagi mahasiswa yang mau melaksanakan kegiatan jihad melawan korupsi. KPK harus hadir dalam memberikan bimbingan dan pengarahan kepada generasi muda.

Sementara itu, Peneliti Indonesia Corruption Watch/ICW, Emerson Yuntho mengatakan ICW melakukan upaya perlawan yang sama dalam melawan generasi korupsi, karena generasi korupsi harus dilawan dengan generasi anti korupsi.

“Koruptor merupakan mahluk yang paling berbahagia di Indonesia, merasa bangga menjadi koruptor, dan aspek hukum tidak memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi, padahal pelaku korupsi harus mendapatkan hukuman yang lebih berat, sehingga menimbulkan efek jera,” katanya.

Menurutnya, agar lembaga anti korupsi tetap eksis harus mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama generasi muda. Minimal melawan dengan menjaga KPK dari pihak-pihak yang ingin melemahkan.

“Optimisme harus tetap dijaga dalam melawan korupsi, semangat untuk Indonesia lebih baik dengan menjaga dan memberikan dukungan kepada KPK,” ujarnya.

Kegiatan Sarasehan dengan tema “Pemuda dan Jihad Melawan Korupsi” ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Anti Korupsi yang dilaksanakan oleh Komunitas Jeruji Besi Bersama Berbagai Organisasi Primordial di UIN Jakarta. (*)

Hubungi Kami Melalui WA

About Redaksi

Check Also

Soneta Group Dan Rhoma Irama Goyang Warga Kota Tangsel

Serpong – Raja Dangdut Rhoma Irama bersama grup musiknya Soneta Group menggoyang suasana malam Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: