Seminar Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan | BIDIK Tangsel
Festival Jurnalistik Tangsel 2017
Home / Tangerang Selatan / Ciputat Timur / Seminar Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan
Iklan Ucapan

Seminar Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan

Ciputat Timur – Bertepatan Hari Sumpah Pemuda telah berlangsung kegiatan Seminar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tema “Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan”, Sabtu (28/10-2017).

Acara yang berlangsungnya di Auditorium Harun Nasution, Jalan Ir. H. Juanda No 95 Kel. Cempaka Putih, Kec Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihadiri sekitar 1000 peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Panitia Pelaksana/Rektor UIN Jakarta, Dede Rosyada, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Utama Bhanda Graha Reksa/BGR R. Ruli Adi, Eksekutif Region lll Bank Mandiri Aquarius Rudianto, Direktur SDM Asabri Herman Hidayat dan Moderator/Akademisi UIN Jakarta Djaka Badranaya.

Dalam penyampaiannya Ketua Panitia, Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada mengucapkan terimakasih atas kerjasama semua pihak, terutama Kementerian BUMN dan CEO BUMN yang terlibat, para tamu undangan dan peserta yang telah mensukseskan kegiatan ini.

Menurutnya, UIN Jakarta memiliki 5 fakultas umum dan 5 fakultas agama, dengan akreditasi 70% sudah A, Akreditasi institusinya A. UIN merupakan kampus dengan peringkat ke- 13 di Indonesia dan peringkat 1 di bawah Kemenag RI.

“Seluruh dosen wajib memiliki Blog dalam pembelajarannya, sehingga semua pembelajaran bisa diakses melalui Website dan pemanfaatan teknologi/ IT,” katanya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Bank Mandiri atas beasiswa yang telah diberikan kepada para mahasiswa, dan Insya Allah akan ada beasiswa dari BUMN yang lainnya.

“BUMN berfungsi berbisnis sesuai UUD 1945, keuntungannya untuk negara dan kembali kepada masyarakat. BUMN tidak boleh dominan, tapi harus pajak yang dominan, karena BUMN mensuport pembiayaan negara,” ujarnya

Untuk itu, Kampus UIN memiliki sumber usaha dan bisnis sendiri yaitu Hotel Syahida Inn, yang bisa dipakai untuk pelayanan umum, Rumah Sakit (RS) UIN Jakarta, dan penyewaan lahan untuk usaha, serta harapan UIN Jakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) supaya mahasiswanya banyak.

Sedangkan, Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir untuk negeri, melakukan sosialisasi BUMN di 28 Perguruan Tinggi se Indonesia. BUMN sebagai agent pembangunan dan penciptaan nilai, kemandirian, kesejahteraan, berkelanjutan, pemerataan dan kesetaraan.

Ia juga menyampaikan, Lima tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk maju dan berkembang diantaranya :
1). pembangunan yang belum merata,
2). Sumberdaya Manusia yang belum terdidik masih banyak,
3).Ketahanan Energi dan Pangan masih tergantung sama impor,
4). Infrastruktur dan Industri Dasar yang masih lemah, dan
5). Akses Layanan Keuangan yang masih rendah.

Lanjutnya, Sembilan Tantangan/ Program Prioritas Wujudkan Indonesia 2045, yaitu :
1). Kesiapan infrastruktur,
2). SDM berpendidikan,
3). Kesiapan IPTEK,
4). Kebijakan Konektivitas,
5). Tata Ruang Wilayah yang lebih baik,
6). Kementerian dan Lembaga semakin efisien,
7). Tata Kelola yang baik,
8). Pengelolaan SDA secara berkelanjutan, dan
9). Pengaturan Tanah/Program Agraria.

Gunanya membangun infrastruktur yaitu sebagai pendukung utama pembangunan negeri, sehingga masyarakat dengan mudah, biaya murah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dan mempercepat pembangunan negara Indonesia.

Pilar sinergi serta Hiliriasi dan kandungan lokal, difokuskan untuk meningkatkan nilai tambah dan efisien, diantaranya,
1). Sinergi antar BUMN.
2). Hiliriasi dan Kandungan Lokal,
3). Pembangunan Ekonomi daerah Terpadu, dan
4). Kemandirian Keuangan dan Penciptaan Nilai.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bhanda Graha Reksa/BGR. R. Ruli Adi, mengatakan Indonesia memiliki 118 BUMN, sehingga hampir setiap hari dan setiap waktu selalu bersentuhan dengan kegiatan BUMN. Antara BUMN dan Kampus menjadi satu kesatuan sinergi, guna mencapai ketertinggalan, dan kemandirian.

“Persaingan kita bangsa Indonesia adalah dengan negara-negara tetangga kita, sehingga perlu kerjasama semua komponen bangsa agar BUMN bisa tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Tugas utama BUMN adalah Profitabilitas (keuntungan), Agent of Development, dan kewajiban sosial. BUMN harus untung karena kalau tidak untung akan membebani negara, BUMN juga bergerak dalam kewajiban sosial melalui kegiatan CSR.

Komitmen BUMN diwujudkan dalam kontribusi terhadap APBN, dengan total setoran pajak dan dividen BUMN tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp. 211 Triliun, disamping itu ada juga diluar setoran pajak dan dividen seperti Konsesi dan Royalty.

Ia juga menyampaikan, BUMN berkontribusi terhadap Ekonomi Nasional, Program Pembinaan Lingkungan, Program CSR, dan menjalankan penugasan pemerintah (PSO).

Pelaksanaan Program Prioritas Nasional oleh BUMN, diantaranya yaitu Konektivitas, Ketahanan Energi, Elektrifikasi, Ketahanan Pangan dan Perbankan dan Jasa Keuangan. (*)

Hubungi Kami Melalui WA

About Redaksi

Check Also

Lagi, Kota Tangsel Raih Penghargaan Natamukti Nindya

Tangsel – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didapuk sebagai kota terbaik untuk iklim ekonomi Usaha Mikro …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: