TAHTA PUNCAK TAPI TAK PERNAH JELAS KONSEPSINYA | BIDIK Tangsel
Home / News Tangsel / TAHTA PUNCAK TAPI TAK PERNAH JELAS KONSEPSINYA
Iklan Ucapan

TAHTA PUNCAK TAPI TAK PERNAH JELAS KONSEPSINYA

Opini, Suara Warga – Tampuk kepresidenan adalah arah yang paling jelas dari setiap target politik kekuasaan, namun yang justru tidak pernah jelas konsepsi kelembagaannya yang hakiki.

TAHTA yang senantiasa menjadi puncak dan pusat perhatian politik, namun uang justru tak pernah secermatnya di lihat dan dibereskan kekurangan-kekurangan konseptualnya agar menjadi benar. Kondisi tak baik ini, yang darinya selamanya bersumber sedemikian banyak problem serta akibat-akibatnya yang sudah berlangsung sedemikian lama, seolah menjadi peluang yang sengaja disiapkan sebagai pahala ekstra bagi setiap pemenang politik untuk ia selanjutnya bisa berlaku sesuka hatinya merekayasa sistem kekuasaan yang digenggamnya.

Ketidakjelasan yang dimaksud disini bukanya bahwa pasal-pasal konstitusi yang ada itu yang belum cukup terang tegas berkenaan dengan fungsi lembaga presiden. Tapi lebih ke hulu, pengertian yang hakiki mengenai fungsi dan posisi lembaga pemerintahan itu sendiri yang belum pernah mencapai tahap kebenaran memadai, sehingga perumusan konstitusinya pun tak bisa cukup utuh koherens. Maka berlangsung lah di atas arena yang aturan mainnya belum rampung itu – seiring berlangsung nya tarik-menarik para pihak dari segala penjuru dan menuju segala jurusan kepentingan — sejumlah usaha yang mengaku diri sedang merampungkannya tetapi apa yang sebenarnya terjadi ialah bahwa semua itu sedang menambah kusut.

Dalam ketidakjelasan, setiap pihak akan mengisi perjuangan politiknya secara lebih bebas bahkan sampai taraf luar. Sementara mereka yang telah berada di tampik kekuasaan pun masih dimungkin kan untuk memperluas terus-menerus tapal-tapal batas kekuasaannya. Dan setiapnya pasti diyakini sudah benar, sudah seturut “ketentuan” atau sekadar “semangat” dan “suasana kebatinan”dari Undang-Undang Dasar.

Kenyataan masih bisa muncul perdebatan mengenai apakah Presiden berhak mengeluarkan aturan ini atau itu yang tak termuat dalam konstitusi, bahkan perdebatan tentang apakah Presiden bisa mencetuskan dekrit yang mengatasi konstitusi, dan sebagainya, semuanya itu jelas menunjuk pada kenyataan tidak jelasnya BATAS dan ARAH kekuasaan yang kendati sedemikian besar ditangan sang politikus yang sedang bertahta ditampik kepresidenan. Dan, disinilah berawal bencana itu. ••

Penulis Oleh : DR. HM HAFIZ AYAHNARA. MSI [ PENA’45 ]

PENASEHAT dan pembina relawan Pendopo nusantara (PENA’45) mendukung pemenangan capres A Prabowo 2019

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

DPC Partai Garuda Kota Tangsel Mendaftar Ke KPU Tangsel

Serpong – Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Umum 2019 di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *