Tatap Muka Angkutan Online Dengan Polres Tangsel | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / Hukum / Tatap Muka Angkutan Online Dengan Polres Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan

Tatap Muka Angkutan Online Dengan Polres Tangsel

Serpong – Kegiatan tatap muka dan silaturahmi Polres Tangerang Selatan dengan Pengemudi Angkutan berbasis Online dan Angkutan Konvensional di Wilayah Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (27/3-2017) di Resto Kampung Anggrek Jl. Raya Victor No. 81 Buaran Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Acara kegiatan tatap muka dan silaturahmi tersebut dihadiri sekitar 60 orang, tampak hadir Kabag Ops Polres Tangsel/mewakili Kapolres Tangsel, Kompol Hadi, Kasat Intel Polres Tangsel, AKP. Gun Gun Gunadi, Kasat Binmas Polres Tangsel, AKP. Villawati, Wakapoksek Serpong, AKP. Enung Kholis, Dishub Tangsel, Marta Lena, Satpol. PP, Moh Utuh, Organda Tangsel, M. Yusro Siregar, dan PT. Elgarsila Tri Saudara, Helin Herliyana.

Dalam sambutannya, Kabag Ops Polres Tangsel, Kompol. Hadi menyampaikan, bahwa sesuai pasal 30 UUD tentang bela negara yang menjadi salah satu tanggung jawab tugas kepolisian, ini yang menjadi dasar dari Kepolisian Polres Tangerang Selatan untuk wilayah Kota Tangerang Selatan untuk menjaga harkamtibmas.

Terkait, telah terjadinya di beberapa permasalahan pengemudi konvesional dan online, yang telah menjadi permasalahan Nasional sehingga pemerintah segera memberikan formulanya.

“Saya pun turut berterima kasih karena tidak terjadi permasalahan tersebut di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan,” katanya.

Sedangkan Dishub Kota Tangsel mewakili Kadis. Perhubungan, Marta Lena menyampaikan, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan nomor 32 Th 2016 akan direvisi 11 point aturan tersebut.

Berikut 11 point revisi teresbut yakni : Angkutan sewa khusus akan ditentukan atau diberi tanda melalui TNKB, Silinder Mesin kendaraan, Angkutan Sewa Khusus minimal 1000 cc, Akan menentukan Tarif batas atas dan bawah angkutan, Kuota yang akan diberikan untuk angkutan online BPTI dan Gubernur, STNK harus berbadan hukum untuk semua angkutan, namun angkuta, Wajib KIR tuk angkutan online, Harus menyediakan tempat penyimpanan kendaraan untuk angkutan online yang sebelumnya adalah pool, Menyediakan bengkel khusus untuk angkutan online, Pajak kedepan selain dikenakan pada kendaraan angkutan juga untuk aplikasi online, Aplikasi online harus memiliki Dashboard (profil perusahaan berikut para pengemudi angkutan) dan yang terakhir Sanksi bila aplikasi online melakukan pelanggaran akan di tutup bila tidak ada perbaikan.

“Dari keseluruhan 11 revisi Kepmen rencananya akan di putuskan pada tanggal 1 April 2017 oleh pemerintah,” ujarnya dalam acara tatap muka tersebut.

Sementara itu, Perwakilan ojek online (Gojek) menyampaikan, berterima kepada Polres Tangerang Selatan yang telah mengundang dalam pertemuan ini.

Menurut perwakilan ojek online, berharap pemerintah dapat memberikan peraturan yang tetap dan tegas agar dari angkutan ojek online dan konvensional dapat berjalan bersama tanpa gesekan.

“Kami pada dasarnya mencari nafkah untuk keluarga. Dimana saat ini lulusan sarjana pun masih sangat banyak yang menganggur,” ungkapnya.

Sedangkan, Patner resmi dari Uber dan Grab Car, Helin Herliyana menyampai kan, merupakan dari perusahaan mewakili Patner resmi dari Uber dan Grab Car atau kendaraan online beroda 4 bukan beroda 2 atau ojek online, karena untuk beroda 2/ojek online bersifat patner kerja dengan aplikasi online.

Menurutnya, sesuai peraturan pemerintah nantinya berharap kepada para kawan-kawan ojek online dapat bergabung dengan perusahaan yang sudah berbadan hukum seperti perusahaan dan koperasi.

“Telah sediakan saat ini, bisa mendapat kan informasinya melalui perusahaan aplikasi online masing,” katanya.

Ia, berharap kedepannya juga terkait KIR untuk angkutan online, tidak adanya pengetokan terhadap mesin kendaraan karena menghilangkan asuransi kendaraan sesuai yang pernah terjadi pada tahun 2015 saat angkutan mulai diberlakukan KIR untuk Jabodetabek.

Sedangkan Ketua Organda, Yusro Siregar dalam penyampaiannya mengatakan bahwa Polres Tangerang Selatan telah sudi membuat kegiatan, mempertemu kan para pengusaha juga pengemudi angkutan konvensional dan aplikasi.

“Terima kasih juga kepada kawan-kawan semua yang telah menahan diri atas konflik yang terjadi,” ucapnya.

Sesungguhnya telah terjadi beberapa permasalahan yang dapat disebutkan seperti angkutan konvensional kita belum mendapatkan perpanjangan ijin trayek dari Provinsi Banten sehingga banyak angkutan konvensional yang melalui DKI Jakarta kena sanksi/tilang oleh Dishub. DKI Jakarta. (*)

About Redaksi

Check Also

Pengendara Motor Terjatuh Dan Meninggal Dunia

Tangsel – Saat sedang mengendarai sepeda motor, seorang pengendara terjatuh dan meninggal dunia pada hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *