Tolak Pengelolaan Fasos Fasum Oleh Developer, Warga Pasang Spanduk | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / News Tangsel / Tolak Pengelolaan Fasos Fasum Oleh Developer, Warga Pasang Spanduk
Menyambut Bukan Ramadhan

Tolak Pengelolaan Fasos Fasum Oleh Developer, Warga Pasang Spanduk

Ciputat – Warga perumahan Beranda Serpong, Kelurahan Sarua, Kecamatan Ciputat, Kota  Tangerang Selatan menolak pengolahan kembali fasos fasum yang selama ini sudah diabaikan dan ditinggal kan pihak pengembang.

Bukti keberatan warga perumahan dengan memasang spanduk di depan pos  yang bertuliskan,” KAMI WARGA PERUMAHAN BERANDA SERPONG MENOLAK PENGELOLAAN KEMBALI AREAL FASUM DAN FASOS OLEH PT HANA KREASI SEJATI “.

Menurut Jonathan Ketua Paguyuban Beranda Serpong yang juga selaku warga, Selasa lalu (14/02) mengatakan, warga keberatan fasos fasum dikelola kembali karena developer memiliki maksud dan tujuan untuk memindahkan pos sekuriti lebih ke dalam sehingga mengubah site plan yang ada.

“Kita pernah buat kesepakatan dengan pihak developer. Tetapi developer sendiri yang melanggar kesepakatan itu,” katanya.

Developer tetap berkeinginan pindahkan pos sekuriti lebih jauh ke dalam areal perumahan sehingga warga kembali merasa keberatan.

Pada tahun 2016 lalu, pihak developer berulang kali kirim perwakilannya untuk minta persetujuan dan tanda tangan warga, dan warga Beranda Serpong tetap menolak keinginan pihak developer.

Menurut Jonathan selaku Ketua Paguyuban Beranda Serpong, mengutara kan, mulainya somasi I, II yang dikirim pihak developer, kita sudah kirim balasannya. Sekarang ini, warga terima lagi somasi III, sehingga warga merasa heran dasar analisa dan penilaian seperti apa yang mereka inginkan.

Masih menurut Jonathan, bahwa Perda No 3 Tahun 2014 tentang penyeleng garaan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman, pada Pasal 25 sampai 28 semua dijelaskan terinci.

Seperti Pasal 25 tentang serah terima parasarana, sarana dan utilitas, ayat (2) huruf (d) penyerahan sepihak tanpa pengembang dapat dilaksanakan.

Jelas ini bertujuan, agar pihak developer tidak bisa merubah site plan yang akan merugikan calon penghuni dan penghuni yang telah menempati.

Warga perumahan Beranda Serpong hanya meminta, apa yang menjadi hak mereka yang sudah ada di site plan dan ditandatangani pemda terkait, yaitu tahun 2008 sampai 2011. Dan itu yang harus dijalankan pihak developer.

Warga perumahan Beranda Serpong tidak berharap banyak, meskipun selama ini developer sudah meninggal kan perumahan ini dengan tidak membayar pemeliharaan fasos fasumnya. Sampai petugas sekuriti ditinggalkan begitu saja.

“Semua yang sudah terjadi, kita (warga) tidak permasalahkan karena warga siap mengelolanya seperti sekarang yang telah kita lakukan,” pungkas Jonathan kepada awak media. (*)

About Redaksi

Check Also

Pengendara Motor Terjatuh Dan Meninggal Dunia

Tangsel – Saat sedang mengendarai sepeda motor, seorang pengendara terjatuh dan meninggal dunia pada hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *