Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Hukum / BURUH BERSERIKAT DIHALANG HALANGI OLEH BUMDES DESA SELAPAJANG, KECAMATAN CISOKA KAB TANGERANG

BURUH BERSERIKAT DIHALANG HALANGI OLEH BUMDES DESA SELAPAJANG, KECAMATAN CISOKA KAB TANGERANG

Kabupaten Tangerang – Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES) Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang menuai masalah, pasalnya ia diduga telah menghalang-halangi berdirinya seriakat buruh di PT. Global Eco Plasindo, dengan Alamat. : Jl. Raya Cangkudu  Kp. Panggang  Rt/Rw 003/003 , Ds. Selapajang, Kec. Cisoka, Kab. Tangerang –Banten.

Awalnya akhirJanuari 2018 buruh di PT Global Eco Plasindo membentuk organisai serikat buruh yang bernama PK FSB Garteks SBSI PT Global Eco Plasindo yang telah di catatkan di Dinasker Kabupaten Tangerang, setelah di pencatatan keluar pengurus melalui Dewan Pengurus Cabang FSB Garteks SBSI Tangerang Raya, lalu dikirimkan surat pemberitauan ke pihak management, terkait terbentuknya organisasi serikat buruh di PT Global Eco Plasindo sesuai dengan ketentuan undang – undang No 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh dan juga dalam isi surat tersebut di agendakan Audiensi perkenalan dengan pihak management.

Dimana Asmadi Ariya Dipraja sebagai ketua Bidang Konsolidasi DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya, mengatakan ketika pengurus cabang FSB Garteks SBSI Tangerang Raya beserta pengurus komisariat FSB Garteks SBSI PT Global Eco Plasindo ingin melakukan audiensi dengan pihak management sesuai agenda yang sudah di tentukan melalui surat, ternyata pihak management tidak mau menerima kehadiran pengurus cabang FSB Garteks SBSI Tangerang Raya. Kamis (1/3/2108)

” Pihak management mengarahkan untuk menemui dari pihak BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) , Desa Selapajang, dimana Tri pamungkas sebagai ketua DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya yang juga hadir dalam acara tersebut, menyebutkan terkait terbentuknya sebuah organisasi serikat Buruh/Pekerja di perusahaan hanya berkewajiban untuk memberitahukan kepada pihak management bukan ke pihak lain sesuai ketentuan UU No 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh,” katanya

Disebutkan, bahwa pihak management tetap tidak mau menemui dan bersikukuh mengarahkan agar team DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya untuk bertemu dengan BUMDES desa Selapajang, dan pada akhirnya adanya sebuah diskusi yang alot dan kian memanas karena Pengurus BUMDES Desa Selapajang merasa tidak di mintai ijin terlebih dahulu dengan terbentuknya organisasi buruh  yang bernama PK FSB Garteks SBSI PT Global Eco Plasindo.

Ditambahkan lagi, pihak BUMDES tetap menolak adanya organisi serikat buruh tersebut terbukti dengan di putus hubungan kerja (PHK) terhadap enam pekerja yang notabene semua adalah pengurus komisariat  FSB Garteks SBSI PT Global Eco Plasindo.

Disorotinya bahwa Tentu tindakan yang di lakukan oleh pihak management PT Global Eco Plasindo dan pihak BUMDES Desa Selapajang jelas melanggar ketentuan pasal 28 UU No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Buruh yang berbunyi sebagai berikut;

“Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh dengan cara:

Melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi ;
Tidak membayar atau mengurangi upah pekerja/buruh ;
Melakukan intimidasi dalam bentuk apapun ;
Melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja/serikat buruh.

Jo. Pasal 43 yang berbunyi :

Barang siapa yang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan.

Pada akhirnya dalam diskusi tersebut tidak ada titik temu dan masih dalam pendapat masing-masing dan pada akhirnya Team DPC FSB Garteks SBSI Tangerang Raya menyudahi.(Sur/Fatah)

52 Lihat Doang 2 Dibaca

About Redaksi

Check Also

Ketua STIEAD: Kecerdasan Buatan Ancam Tenaga Profesional di Era Revolusi Industri 4.0

Ciputat Timur – Dr. Mukhaer Pakkanna, Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta (STIEAD) mengatakan bahwa fenomena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *