Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / News Tangsel / Perjuangan Setu Parigi Diawali Dari Beksi Sanghiyang Putih
Babeh Sadelih (kiri), Kimpo (Tengah) dan Babeh Go'um (Guru Besar) dalam Acara Tasyakuran Setu Parigi, Minggu (31/13-2017).

Perjuangan Setu Parigi Diawali Dari Beksi Sanghiyang Putih

Pondok Aren – Perjalanan sejarah beladiri Beksi Sanghiyang Putih (BSP) berasal muasal lahir dari Beksi Sanghiyang Monyet Putih dengan Guru Besarnya Babah Eng Yong, berjalan dari tahun ke tahun cukup membanggakan.

“Alhamdullilah waris dari perjalanan Beksi Sanghiyang Monyet Putih jatuh ditangan Babe,” kata Babe Namid (Babe Go’um).

Kemudian berjalannya waktu Babe Go’um sedikit mengubah nama Beksi Sanghiyang Monyet Putih menjadi Beksi Sanghiyang Putih.

“Karena itu milik Guru Besar, jatuh ke muridnya dirubah menjadi Beksi Sanghiyang Putih,” ujar Babe Go’um saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu, (30/12-2017) di Padepokan Kampung Silat Parigi, Parigi Pondok Aren Kota Tangsel.

Lanjutnya, dengan hasil musyawarah untuk mengibarkan Beksi Sanghiyang Putih bersama mantan Lurah, H. Mursin (Alm) salah satu senior dari Beksi Sanghiyang Monyet Putih, kemudian ditandatangani kesepakatan, pembinaan, tenaga dan pendidikan juga.

“Sebelumnya saudara Suhanda Johan Kimpo salah satu pendiri Beksi Sanghiyang Putih, pada jamannya Bang Talen, Bang Rohim, Bang Madi (arab saudi) dan Bang Yakub (Alm), babe belajar mengajar disini yang waktu itu masih tanah merah,” ujarnya.

Babe Go’um juga menjelaskan setiap acara yang selalu dilaksanakan berupa Maulid Nabi Muhammad SAW selalu di fasilitasi oleh Bang Kimpo, Bang Talen dan yang lainnya.

“Artinya Bang Kimpo itu secara tidak langsung maupun langsung adalah sebagai pendiri Sanghiyang Putih, untuk membangkitkan warisan dari orang tuanya supaya berjalan dan berkembang seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Sebagai anak Guru Besar Beksi Sanghiyang Monyet Putih, Bang Kimpo dan Babe Go’um sebagai muridnya Guru Besar juga diberi gelar.

“Namanya diubah agar pasarnya beli (dikembangkan) dari 27 Juli 2001 sampe sekarang banyak prestasi yang sudah kita raih,” jelasnya.

Dalam perkembangannya hingga saat ini Perguruan Silat Beksi Sanghiyang Monyet Putih namanya di sedehanakan menjadi Yayasan Beksi Sanghiyang Putih yang cukup dikenal menjadi salah satu ilmu beladiri di Tanah Betawi.

Baca Juga : **Deklarasi Situ Parigi**

Lalu, perjuangan tentang Setu Parigi memang diawali dari Beksi Sanghiyang Putih yang bekerja sama dengan Koalisi Rakyat Peduli Setu Parigi (KORPS), lingkungan, RT, RW, Tokoh Masyarakat dan tiga Ormas yang ada (Forkabi, FBR, PP).

“Padepokan ini menjadi saksi bisu musyawarah tentang perjuangan Setu Parigi, dari musyawarah ini dapatlah uang pembinaan sebesar 3 juta dan dibelikan kayu untuk membangun padepokan yang sekarang” jelasnya.

Babe Go’um mengatakan untuk membangun padepokan dan mengelola padepokan bisa bicara karena punya catatan, punya dokumen yang benar.

“Diluar sana mau ramenya bagaimana seperti apa ? tujuannya agar pemerintah turun tangan, kalau anteng-anteng aja pada diem, pemerintah kalau untung enak bae,” ujar Babe Go’um dengan logat Betawinye.

Ia berharap jangan sebagai pejabat pemerintah itu enak-enakan makan nasi putih, tapi derita orang banyak, tidak bagus itu, pesannya.

“Pejabat makan nasi putih, ya kita juga makan nasi putih, itu baru benar,” pesannya.

Kepada Pemkot Tangsel Babe Go’um berharap ajak kami, mari kita bangun, mari kita bangkit sama-sama, itu yang baik.

“Untuk murid Sanghiyang Putih, saya tidak ijinkan mengeluarkan kata-kata yang kurang bagus untuk Setu Parigi, kecuali orang tuanya (GuruBesar) yang bicara,” tegasnya. (*)

237 Di Lihat 4 Dibaca

About Redaksi

Check Also

2019, Pemkot Bikin Liburan Di Masjid dan Mushola

Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menghadiri acara Ngaji Bareng Warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.