Anggin Ma’ruf Zaidin : Angkat Kepalamu Hai Orang-Orang Banten ! | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / News Tangsel / Anggin Ma’ruf Zaidin : Angkat Kepalamu Hai Orang-Orang Banten !

Anggin Ma’ruf Zaidin : Angkat Kepalamu Hai Orang-Orang Banten !

#Opini – Saudara-saudaraku masyarakat Banten, izinkan saya untuk mengingatkan tentang kondisi daerah ini, tanpa ada rasa ingin menggurui mengingat banyaknya guru-guru saya yang mungkin ikut membaca tulisan ini.

Masyarakat Provinsi Banten akan memilih pemimpinya pada bulan Februari 2017 mendatang, momen itu akan menjadi tonggak penting untuk masyarakat Banten dalam memilih calon gubernurnya yang dirasa mampu untuk membawa angin perubahan untuk wilayah ini. Provinsi ini berdiri adalah hasil dari pemekaran Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan dari pendirian Provinsi Banten adalah mampu menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat Banten yang pada waktu itu tertinggal jauh kelas ekonominya dibandingkan dengan masyarakat Jawa Barat. Akan tetapi mimpi mewujudkan Banten yang sejahtera belumlah dirasa mampu diraih, seperti pribahasa mengatakan “jauh panggang dari api” menjadi analogi yang pas dalam mencerminkan kondisi Provinsi Banten saat ini. Selama bertahun-tahun Provinsi Banten berdiri, Provinsi ini menjadi bahan bancakan para birokrat rakus yang berkuasa di tanah jawara, yang mengakibatkan besarnya korupsi di segala sektor di Provinsi Banten. Hal tersebut menjadikan Provinsi Banten kalah bersaing dengan tetangganya seperti Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Bahkan masyarakat Banten sendiri sepertinya “minder” untuk dapat bersaing dengan masyarakat dari kedua daerah tersebut dikarenakan rendahnya kualitas daya saing masyarakat Banten.

Tidak berlebihan jika Ridwan Kamil Walikota dari Kota Bandung, Jawa Barat pernah mengatakan dalam Stand Up Comedy nya “Bandung diciptakan Tuhan ketika Tuhan Sedang tersenyum, kalo Tuhannya lagi marah menciptakan Jakarta, Tetapi kalau Tuhannya lagi cuek menciptakan Banten, dicuekin”. Saya sebagai masyarakat Banten, tanpa bermaksud tersinggung oleh ucapan diatas dan bermaksud mengajak saudara-saudara semua masyarakat Banten untuk duduk dan termenung oleh ucapan tersebut, apakah sudah sedemikian rendah nama Banten di mata masyarakat Indonesia? Apakah wilayah ini tidak memiliki kontribusi apapun terhadap masyarakat Indonesia selain menghasilkan berita-berita terkait korupsi di Indonesia saat ini.

Kalaulah boleh ijinkan saya menceritakan sedikit sejarah tentang wilayah ini. wilayah Banten semenjak beberapa abad yang lalu, menorehkan goresan penting dalam warna peradaban di Nusantara. Catatan-catatan sejarah mengenai kedigdayaan daerah ini, bukan hanya terekam dalam catatan sejarah di Nusantara, akan tetapi juga terekam dalam catatan sejarah di mancanegara, hal ini menjadi bukti tentang pentingnya wilayah ini di mata peradaban dunia. Kesuksesan Banten di masa lalu, bukan hanya berhasil membangun wilayah Banten itu sendiri, akan tetapi mampu untuk menjadi pusat kekuatan di ujung barat pulau jawa dalam menangkal serangan-serangan bangsa asing.

Mungkin saudara-saudara masih ingat dengan nama Pangeran Jayakarta? Ya Pangeran inilah yang terkenal dengan “si pembebas daerah sunda kelapa” dari wilayah portugis, dan momentum kemenangannya pun dijadikan hari ulang tahun Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini. Akan tetapi apakah saudara sekalian mengetahui darimana asal Pangeran Jayakarta? Mungkin banyak yang belum mengetahuinya, menurut catatan sejarah Pangeran Jayakarta merupakan seorang Pangeran dari wilayah Kesultanan Banten, yang diutus oleh Sultan Banten pada saat itu, untuk membebaskan masyarakat sunda kelapa dari cengkraman kolonial Portugis. Catatan sejarah membuktikan bahwa masyarakat Bantenlah yang membebaskan Sunda Kelapa (Jakarta) dari cengkraman kolonial Portugis, bahkan nama Jakarta sendiri diambil dari seorang Pangeran Banten yaitu Pangeran Jayakarta.

Bukan hanya Jakarta yang bernaung dibawah perlindungan masyarakat Banten pada saat itu, jika saudara sedang berkunjung ke masjid Banten lama sempatkanlah untuk melihat seonggok batu di komplek masjid Banten lama. Ukurannya persegi empat, kurang lebih panjangnya 2 x 1.5 meter, tertulis papan nama dengan tulisan “Palangka Sriman Sriwacana” batu tersebut adalah milik Kerajaan Pakuan Pajajaran yang digunakan oleh para pewaris tahkta kerajaan Pakuan Pajajaran untuk melantik raja-raja baru wilayah itu. Dalam peperangan antara kesultanan Banten dan kerajaan Pakuan Pajajaran, kesultanan Banten memenangkan peperangan dan membawa pulang batu “Palangka Sriman Sriwacana” sebagai bentuk takluknya kerajaan Pajajaran terhadap kesultanan Banten. Hal tersebut menjadi bukti otentik dalam sejarah bahwa Banten dimasa lalu memiliki pengaruh yang besar dengan menaklukan banyak wilayah di dalam kekuasaannya.

Cerita-cerita tersebut tentu saja tidak bermaksud untuk membangkitkan arogansi masyarakat Banten, ataupun memancing isu primodialisme dan isu kesukuan akan tetapi menjadi bayangan penting bagi masyarakat Banten bahwa daerah ini bukan daerah tertinggal seperti yang mereka selalu beritakan dan katakan, bahwa Banten adalah daerah kaya yang mampu menjadi modal dasar untuk menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat Banten itu sendiri. Dengan semangat menjadikan Banten menuju masa keemasan yang kedua saya ingin mengatakan kepada saudara-saudara sekalian masyarakat Banten, angkat kepala kalian semua, sudah terlalu lama kita semua menundukan kepala kita kepada penguasa zalim, sudah terlalu lama punggung kita menunduk kepada birokrat rakus, jadikan momentum Pilkada februari 2017 menjadi awal bagi Provinsi Banten menuju Banten yang memiliki kedigdayaan, Banten yang memiliki harga diri tinggi. Siapapun pemenangnya dala pilkada besok bukan soal, yang menjadi soal adalah bagaimana kita mampu mengawal jalannya pemerintahan agar dapat mengembalikan masa keemasan Banten seperti di masa lalu.
Anggin Ma’ruf Zaidin
Pemuda Banten

About Redaksi

Check Also

DPU Kota Tangsel Gelar Bimtek Drainase Di Serpong

Serpong – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bimbingan Teknis Pemeliharaan (Bimtek) Drainase …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *