UIN Jakarta Perjuangkan Lahan Seluas 40 Ha | BIDIK Tangsel
Iklan Ucapan
Home / Tangerang Selatan / Ciputat Timur / UIN Jakarta Perjuangkan Lahan Seluas 40 Ha
Iklan Ucapan

UIN Jakarta Perjuangkan Lahan Seluas 40 Ha

Ciputat Timur – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menagih janji PT. Anugrah Cipta Buana (ACB) yang juga Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ir. Fadel Muhammad untuk menyelesaikan masalah tanah Cikuya.

Tanah milik Kementerian Agama cq. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait lahan seluas 40 hektar di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Tanah yang dibeli UIN sejak 1996 itu dari perusahaan PT. ACB milik Fadel Muhammad hingga kini masih belum ada itikad baik dalam penyelesaiannya hingga bersertifikat.

Diketahui, IAIN Jakarta (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta), membeli lahan seluas 40 hektar dengan dana APBN 1996 di Desa Cikuya, Kecamatan Cisoka (kini masuk Kecamatan Solear), Kabupaten Tangerang, dengan dokumen SPH dan Akte Jual Beli.

Pembayaran lahan itu sendiri dilakukan kepada pihak Ir. Fadel Muhammad sebagai Direktur Utama PT Anugerah Cipta Buana (ACB) sesuai surat permohonan pihaknya Nomor ACB 082/III/96 tanggal 5 Maret 1996 kepada Rektor IAIN Jakarta, Quraish Shihab.

Dalam keterangannya, Kuasa Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Abu Bakar J Lamatapo mengatakan somasi ini terpaksa dilayangkan kepada Ir. Fadel Muhammad karena, proses jual-beli tanah tersebut terus berlarut-larut dan tak kunjung selesai hingga kini.

Menurut, Abu Bakar bahwa langkah-langkah penyelesaian sebenarnya telah dilakukan. Selain meminta kepada Ir. Fadel Muhammad secara langsung, penyelesaian lahan ditempuh juga dengan pembentukan Tim Kerja Khusus Penyelesaian Tanah Cikuya yang diketuai AM Fatwa.

Pada 17 Oktober 2011, pihak Ir. Fadel Muhammad dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sepakat menyelesaikan persoalan lahan selama enam bulan. Namun 6 Maret 2012, pihak Ir. Fadel Muhammad malah mengusulkan pengembalian seluruh dana yang dibayarkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Karena sulitnya mendapat kepastian dari pihak Ir. Fadel Muhammad, UIN mulai tahun 2013 berusaha melakukan sertifikasi lahan bekerjasama dengan KPKNL Serpong dan BPN Kabupaten Tangerang. Pada tahap pertama, UIN berhasil mensertifikasi 20 ribu meter per segi. Tahap kedua, UIN kembali mensertifikasi 120 ribu meter lahan. Dan ketiga, 130 ribu meter lahan kembali disertifikasi sehingga total lahan berhasil disertifikasi mencapai 270 ribu hektar,” ujarnya.

Namun ditahap ketiga, proses sertifikasi banyak menemui kendala dari berbagai pihak, terutama dari tim Ir. Fadel Muhammad yaitu Taufik H Helmy dan sejawatnya.

Lanjut Abu Bakar, mereka tidak mau tandatangan Surat Pelepasan Hak (SPH) dan bahkan melaporkan tim lapangan UIN Jakarta di Cikuya ke Polresta Tangerang, dengan ancaman bila dilanjutkan akan dipidanakan.

Saat ini, pihak UIN telah habis kesabaran, dan secara resmi mengajukan somasi terbuka terhadap Ir. Fadel Muhammad atas berlarutnya soal lahan ini.

“Kami melihat tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan hal tersebut. Oleh karenanya, kami mensomasi secara terbuka kepada Ir. Fadel Muhammad,” tandasnya.

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Subardja mengatakan persoalan lahan yang berlarut-larut tersebut menjadikan laporan kinerja pihaknya tidak sepi dari temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Dalam temuan BPK RI, tanah ini belum didukung dengan bukti kepemilikan yang sah sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun 2007. Padahal pihak kami membelinya sejak UIN masih Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta,” katanya saat ditemui di ruang Diorama Auditorium Utama Harun Nasution, Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (26/10-2016)

Temuan BPK berkaitan dengan belum disertifikasinya lahan yang dibeli UIN itu dan temuan tersebut disampaikan BPK dalam dua kali auditnya, yaitu audit atas laporan tahun 2009, berupa Surat BPK RI Nomor 02 tanggal 2010 tentang Penyampaian Temuan Pemeriksaan dan audit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 2009, serta audit BPK 2014 tentang Penyampaian Temuan Pemeriksaan Pengelolaan Aset tahun 2010 sampai Semester I 2014.

Selain menjadi temuan BPK, lahan Cikuya juga masih menyimpan sejumlah masalah teknis di lapangan.

Mulai dari kondisi lahan yang tidak dalam satu hamparan atau terpencar dalam 19 lokasi, ketiadaan akses jalan masuk, hingga munculnya klaim pemilikan tiga hektar lahan atas nama Taufik H Helmy sehingga proses sertifikasi di BPN Kabupaten Tangerang terhambat.

“Karena beberapa faktor pengganjal tersebut, akhirnya kami tidak bisa memanfaatkannya secara optimal sebagai penunjang pelaksanaan tugas dan fungsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Data posisi status inventarisasi tanah Cikuya mencatat, total lahan tersebut mencapai luas kurang lebih 40 hektar.

Spesifikasi lahan yang telah dicatatkan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sejak 2008 ini adalah berupa lahan darat kosong, luas 402.306 hektar, bukti kepemilikan SPH, Nomor KIB 1, kode Barang 2.01.02.02.002.1. Sementara nilai atau harga lahan sendiri ditaksir Rp 30.000 per meter persegi dengan harga keseluruhan Rp 12.069.180.000. Terakhir, status lahan sendiri diperuntukkan bagi kegiatan praktikum agribisnis mahasiswa,” jelasnya

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Walikota Tangsel Kunjungi Pospam Bintaro Jaya

Pondok Aren – Jelang takbiran puluhan botol minuman keras (Miras) di sita dan sejumlah remaja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *