Dana Bansos Non Tunai 2017 untuk 1.207 Keluarga Harapan di Tangsel | BIDIK Tangsel
Home / Tangerang Selatan / Ciputat / Dana Bansos Non Tunai 2017 untuk 1.207 Keluarga Harapan di Tangsel
Iklan Ucapan

Dana Bansos Non Tunai 2017 untuk 1.207 Keluarga Harapan di Tangsel

Ciputat – Sebanyak 1.207 Keluarga Harapan, sebelumnya disebut keluarga miskin, di Tangerang Selatan (Tangsel) telah mendapat transferan uang bantuan sosial (bansos) non tunai melalui Bank BNI 46 Cabang Fatmawati, yang dilaksanakan di Kecamatan Ciputat dan Pamulang, Selasa yang lalu, (7/2-2017) di Kecamatan Ciputat.

Penyaluran bansos non tunai kepada Keluarga Harapan, merupakan rangkaian kegiatan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang telah berlangsung sejak tahun 2012 di Tangerang Selatan.

Namun, penyaluran bansos non tunai Kemensos yang melalui BNI 46 ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. Seperti disampaikan, salah satu petugas dari bank  BNI 46 Cabang Fatmawati Jakarta Selatan, ketika di temui awak media, pada saat pelaksanaan penyaluran dana bansos PKH non tunai di Kecamatan Ciputat, Selasa, (7/2) yang lalu.

“Pihak Bank sudah melaksanakan (program PKH) sejak tahun 2016. mulai tahap ketiga hingga tahap keempat sekarang ini. Kemensos yang punya dana, kami yang membayarkan ke peserta program. Jadi kami hanya sebagai juru bayarnya,” kata Awal, selaku petugas penyaluran Bansos.

Mengenai mekanisme penyaluran dana secara non tunai ini, Awal menerangkan bahwa mekanismenya tidak sulit. Data peserta PKH yang berasal dari Kemensos RI, diserahkan ke BNI 46, lalu dibuatkan rekening bagi peserta, setelah peserta memiliki rekening, kemudian dana bansos ditransfer langsung ke rekening tersebut.

Peserta dapat langsung mengambil pakai ATM atau ditabung saja, sewaktu waktu dapat diambil dan tidak ada biaya untuk pembuatan rekening dengan Saldo tidak berkurang.

Lebih lanjut, Awal menambahkan bahwa ATM peserta bisa dipakai juga untuk program RASTA (beras sejahtera), sebelumnya mungkin disebut beras miskin (raskin), yaitu peserta bisa juga mendapatkan beras sejahtera di agen BNI 46 yang telah ditentukan, secara non tunai.

Caranya datang dan belanja langsung di agen BNI 46. Agen BNI 46 juga bisa melayani transaksi perbankan lainnya, seperti buka rekening dengan setoran pertama yang sangat kecil, penarikan tunai, setoran ke rekening. BNI 46, transfer ke bank lain, e-payment dan pembayaran tagihan-tagihan lainnya.

Mengenai program PKH di Tangsel, Awal menyarankan untuk mendapatkan informasi langsung ke Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

Dalam program PKH Kemensos RI ini, Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan hanya sebagai leading sector dalam mendampingi penyaluran bansos non tunai PKH Kemensos RI di Tangerang Selatan bulan Februari 2017.

Sekitar 10 pendamping dari Tangsel yang lulus rekrutmen secara online dari Kemensos RI, telah ikut mendampingi di lokasi pelayanan. Penyaluran bansos non tunai PKH merupakan kuota tambahan dari tahun 2016 lalu, dengan peserta sebanyak 1.207 orang.

Karena Kemensos telah menetapkan Kota Tangerang Selatan sebagai pilot project dari 47 kab/kota.

Sementara itu, Kabid. Bantuan Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kota Tangsel, Salbini, SH., M.Si., menjelas kan pelaksanaan penyaluran dana bansos PKH non tunai di kecamatan untuk dana pendidikan.

Dirincinya, Pencairan dana ada yang 600 orang, ada yang 700, jadi kurang lebih 1.300 orang. Yang kemarin dicairkan itu biaya pendidikan. Dari SD itu sekitar Rp. 450.000, SMP Rp. 750.000, SMA Rp. 1.000.000, Ibu hamil dan balita Rp. 1.200.000, Lansia dan penyandang difabel Rp. 1.900.000 per tahun.

“Penyaluran dana tersebut adalah kuota tambahan dari tahun 2016 lalu, dengan pendamping dari dinas sosial Kota Tangerang Selatan yang lulus seleksi Kemensos RI,” ungkapnya.

Dengan adanya tambahan kuota ini, Kota Tangsel merupakan pilot project PKH oleh Kemensos, dari 47 kab/kota yang sudah ditentukan Kemensos RI.

Ia, menambahkan alasannya karena jenis penduduknya campuran, angka kemiskinannya relatif rendah, dan sudah berjalan sejak 2012.

Mengenai kendala yang mungkin muncul selama BNI 46 menyalurkan bansos non tunai ini di Tangsel, Salbini menjelaskan belum pernah ada masalah ataupun hambatan sejauh ini.

“Saya lihat tidak ada itu. Pelayanannya bagus.” ujarnya.

Sementara itu, Seorang ibu lansia yang tidak mau disebutkan namanya, sebagai peserta PKH, saat diwawancara juga menyetujui pendapat Salbini.

Kebijakan Kemensos dengan menjalan kan PKH memberikan pengaruh signifi kan bagi pengentasan kemiskinan di Kota Tangsel.

Program Keluarga Harapan ini diharap kan terus berjalan tahun ini dan seterusnya. Dengan adanya program ini sangat signifikan pengaruhnya, angka kemiskinan relatif rendah di Tangsel. (*).

Iklan Ucapan

About Redaksi

Check Also

Rakernas Pertama SMSI, Membangun Industri Media Siber yang Sehat

Tangsel – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertama di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *