FGD : Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Setu Berkelanjutan | BIDIK Tangsel
Menyambut Bukan Ramadhan
Home / News Tangsel / FGD : Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Setu Berkelanjutan

FGD : Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Setu Berkelanjutan

Setu – Forum Group Discusion (FGD) dengan tema Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Setu Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (17/3-2017) di Resto Kampung Anggrek, Kota Tangsel.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Puslitbang. Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kemenpupera RI, FX. Hermawan, Asda 1 Pemkot Tangsel, H. Rachmat Salam, Plt.DLH Tangsel, Muqodas Syuhada, Perwakilan Dinas Tata Kota Tangsel dan Perwakilan Bapeda Kota Tangsel.

Dalam paparannya, Asisten Daerah (Asda), H. Rahmat Salam mengatakan Setu Parigi adalah salah satu setu yang harus diselamatkan di Kota Tangerang Selatan dengan adanya Forum Group Diskusi (FGD) ini telah membuka mata dan juga membuka hati semua pihak terutama Pemerintah Pusat.

“Untuk menata kebijakan yang bijak, bila perlu meninjau kembali UU yang tidak berpihak kepada penyelamatan setu,” katanya.

Selain itu sudah mendesak untuk dialog tuntas dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan jajarannya terkait sertifikat ilegal yang dibuat dilahan setu, termasuk Setu Parigi agar dikembalikan sesuai peta dasar yang dibuat oleh Pemerintah Belanda.

“Dengan mengacu kepada UUD 1945, setu selamat berarti lingkungan lestari, dan kita mengawal amanah yang harus kita wariskan untuk generasi mendatang ,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kadis. Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Muqodas Syuhada mengatakan Tangsel punya potensi yang luar biasa untuk dijadikan sebagai kota tepi air (waterfront city). Menurut data dari Dinas Bina Marga dan SDA tahun 2015,Kota Tangsel memiliki 9 setu dan 5 sungai yg melintas di Wilayah Tangsel.

Oleh karena itu, di tahun 2016, Pemkot Tangsel melalui Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman, membuat rencana strategis kota tepi air. Bantaran setu dan sungainya akan dijadikan Civic Center (pusat kegiatan masyarakat) yang berfungsi sebagai tempat masyarakat berinteraksi, bersosialisasi dan berbagi.

Menurutnya, untuk menunjang hal tersebut, maka harus dibangun hutan kota, open amphitheatre, perpustakaan, kuliner khas tangsel, tempat olah raga dan fasilitas ruang terbuka publik lainnya.

“Kampung-kampung eksisting ditata menjadi kampung ekowisata inovatif yang dihubungkan dengan transportasi air melalui setu dan sungai,” katanya.

Ia, menjelaskan kendala utama untuk mewujudkan itu semua adalah Pemkot Tangsel tidak memiliki kewenangan terhadap setu dan sungai.

“Jadi dengan adanya FGD kemarin, dengan studi kasusnya setu perigi, seperti membuka pintu yang selama ini sulit dibuka karena belum menemukan kuncinya,” ujarnya.

Menurutnya, Forum Group Diskusi (FGD) kemarin itu merupakan momentum yang sangat baik sekali untuk mewujud kan mimpi-mimpi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menata dan menjaga setu dan sungai yang ada di Tangerang Selatan (Tangsel).

“Dan, dinas lingkungan hidup, akan mengusulkan pembangunan hutan kota dan fasilitasnya sesuai dengan tupoksi nya paling cepat di APBD Perubahan 2017 dan paling lambat di APBD 2018,” ungkap Plt.Kadis. LHD Kota Tangsel.

Dari semua yang di bahas di Forum Group Diskusi 2017, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kewenangan pusat itu menjadi sebuah makna yang sama dengan sebuah kewajiban bahwa Pusat (Kementrian PU & BBWS Cilicis) harus benar-benar serius melaksanakan kewajiban atas kewenangan tersebut.

Ketua Koalisi Rakyat Peduli Setu(KORPS), Djaini bin Mursin menyampaikan agar dapat merealisasi kan usulan Pokja KORPS berikutnya dari FGD 2015 yang lalu.

“Di antaranya, pembuatan jaring sampah , pemagaran sepanjang sisi pintu air, turap, pembuatan ulang Jogging track yang rusak akibat pengerukan, penyambungan jalan jogging track yang terputus, batas patok setu, dan support operasional Pokja Pintu Air maupun pemeliharaan lainnya,” tuturnya. (*)

About Redaksi

Check Also

Membaca Pola Asuh Generasi Digital

#Opini #SuaraWarga, Tangsel – Perkembangan teknologi sekarang ini, penggunaan perangkat digital bagi kehidupan anak telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *