Serpong Utara – Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2018, menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Mengingat kemajuan teknologi dan beratnya pengaruh gaya hidup saat ini mengharuskan kaum ibu ektra ketat menjaga keluarga.

Di era Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) tantangan semakin berat, disebabkan budaya dan perilaku masyarakat asing sedang digandrungi oleh generasi masa kini, termasuk Kartini masa depan.

Murahnya mengakses internet melalui handphone seluler dan meluasnya teror narkoba yang menyasar remaja-remaja masa kini tidak terkecuali “Kartini Di Jaman Now”.

Dengan tema “Kartini Jaman Now Melawan Narkoba”, Gerakan Nasional Anti Narkotika  (GRANAT) Kota Tangsel menggelar Sosialisasi Narkoba dengan judul Kartini Zaman Now Berperang Melawan Narkoba, Senin (30/4-2018) di Waroeng Sunda, Serpong Utara Kota Tangsel.

“Pengaruh narkoba dan asusila menjadi tantangan Kartini Jaman Now. Bila dulu narkoba masih tabu bagi masyarakat, kini justru sudah sampai hingga kepelosok desa. Tidak terkecuali para Kartini moderen ini, ikut menjadi bandar, kurir dan pemakai narkoba. Tentu saja ini mejadi PR Kartini Now dan masalah bersama anak bangsa,” jelas Budy Tjoanda selaku Ketua DPCK Granat Tangsel kepada awak media.

Menurutnya, 40 ribu pemakai, 30% nya adalah wanita di Kota Tangsel ini adalah pemakai Narkoba.

“Peranan ibu-ibu dalam peranannya dalam memerangi narkoba jangan sampai keluarganya terkena Narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Irjen. Pol. (pur) Tommy Jacobus dalam paparannya mengatakan Indonesia darurat narkoba, daya rusak narkoba lebih serius dibanding korupsi dan terorisme karena merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh.

“Penguna Narkoba di Indnesia sudah mencapai 6 juta jiwa dan pengguna wanita sudah hampir menyaingi pengguna pria,” ucapnya dalam paparan tersebut.

Menurutnya, dari hasil penelitian psycholog UI mengungkapkan 71% penyalah gunaan narkoba berasal dari rumah/keluarga yaitu disebabkan kurang harmonis, kurang kasih sayang, keadaan ekonomi dan lain-lain.

“29% sisanya karena pengaruh  lingkungan yang buruk, realisasi sosial dan penetrasi sindikat pengedar,” ungkapnya.

Ditambahkan, bahwa Kartini Moderen harus cepat tanggap terhadap kondisi sosial lingkungan. Kemudian berbagai persoalan ditempat tinggal masing- masing tidak terkecuali terhadap maraknya peredaran narkoba, asusila dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kita sunggun prihatin dengan begitu luasnya peredaran narkoba saat ini. Sasarannya sudah masuk kesemua lini kehidupan, tidak terkecuali kepada remaja Kartini Jaman Now yang masih duduk dibangku sekolah. Disamping itu organisasi wanita harus lebih dikembang kan, dan menjadikan organisasi wanita yang ada untuk edukasi dan pengemba- ngan diri,” harapnya.

Puluhan peserta seminar sehari merupakan kaum ibu yang tergabung dalam beberapa organisai/Komunitas wanita yang ada di Kota Tangerang Selatan. (IsOne)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.