YOGYAKARTA – Tak banyak diIndonesia sebuah group orkestra yang tetap dengan warna idealisnya bertahan dan terus berkarya.

Bisa dibayangkan para komponis maupun pencipta lagu berlomba, beradu keberuntungan mencari kesempatan guna dapat mencapai keberhasilan komersil dari karyanya, namun sosok Memet Chairul Slamet ternyata tidak melakukan.

Musik adalah roh serta jiwa dalam kehidupannya Memet Chairul Slamet setiap nafas adalah irama notasi, seperti keseharian kegiatan sebagai dosen pengajar musik di ISI Yogyakarta hingga sepulang mengajar langsung masuk studio bersama anggota Gangsadewa.

Memet, begitu nama akrab panggilannya mengakui, bahwa ia hidup diantara dua kaki. Sebelah kaki sebagai pengajar akademisi yang beberapa waktu lalu melakukan konser ujian guna meraih gelar Doktor, dan satu kaki sebagai pelaku kreator.

Foto : Memet Chairul Slamet

Selain sebagai ilustrator sinetron dan film layar lebar Memet Chairul Slamet juga pernah membuat spesial Ilustrasi show Deddy Corbuzier, Romy Rafael dan sudah barang tentu gaya ilustrasinyapun kini menjadi warna buat dunia persulapan ditanah air.

Dalam pengamatan penulis perjalanan konser Gangsadewa yang dikomandani-nya, Memet CH beberapa dekade pertun-jukan didalam negeri maupun dimanca negara Jepang (Senju, Tokyo) dan Australia (Melbourn, SIDNEY, Perth, Canbera ) dia selalu membawa tema tentang batu sebagai media, hingga saat wawancara ini berlangsung yang dibahas adalah musik batu.

Alasan ketika ditanya jawabannya sangat simple ” Yah “.

“Aku memang ingin mengenal lebih dalam tentang alam ini untuk karya-karyaku, seperti halnya manusia ini, awalnya adalah jaman batu. Banyak sekali yang bisa diserap selain filosofi juga keberadaan spiritual alam ini, bayangkan dan pikirkan sendiri,” begitu ia memberi argumen dengan sedikit logat Maduranya yang terkadang muncul. Memang pria ini lahir dari Bangkalan Madura.

“Musik itu ibadah, kalau aku nggak melakukan sesuatu pada musik rasanya aku dosa dan masuk neraka !!! Hahahaha… ” Celotehnya sambil menambahkan dengan tertawa lepas.

Dalam ketekunan berkarya sosok yang pernah mengenyam pendidikan di ASDRAFI Yogya yang walaupun tidak tamat karena lebih terpikat didunia musik khususnya musik tiup, dan itu diambil sebagai jurusan yang dipilih sewaktu masih kuliah.

Memet Chairul Slamet memang seorang yang patut diperhitungkan sebagai komposer musik ethnic menggabungkan elemen pentatonic diatonic serta elemen alam dengan warna sangat Nusantara.

Memet mengakui, bahwa jenis musiknya tidak atau belum dilirik dunia hiburan, apalagi televisi ia mengerti betul. Hal itu tidak membuat mengendorkan dalam berkarya, ia tetap berkreasi dan memaklumi.

“Mereka belum merasakan, kalau sudah, jelas akan ketagihan,” yah semoga apapun itu karyamu luar biasa, dan aku ( penulis ) adalah fans beratmu karena sudah merasakan.

Penulis : Gde Mahesa
Editor. : Edward. An.

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.