Talangpadang – Lagi, konsumen menjerit akibat tagihan listrik membengkak. Diduga, petugas baca meter main tembak, sehingga terjadi penumpukan rekening yang merugikan konsumen.

Hal ini dialami Rusmini, warga Pekon Sinar Banten Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Tagihan rekeningnya bulan ini (Mei-Juni) sebesar 376 ribu, dan bulan sebelumnya lebih dari 200 ribu.

Baca Juga :  Kaum Disabilitas Minta Bantuan Pemkab Pringsewu Untuk Miliki SIM D

“Rekening tagihan listrik saya membengkak bulan ini, hingga 376 ribu. Tetangga yang lain juga sama, mas. Ada yang 200 ribu hingga 300 ribu,” kata Rusmini.

Rusmini bingung, tagihan listriknya selalu membengkak. Padahal, pemakaian khw paling besar 6 kwh/hari dan daya nya cuma 900 VA, keluhnya kepada media ini.

“Dan saya herannya lagi, struk tagihan rekening dari PLN hanya tertera nominalnya saja yaitu Rp 367.390.Tidak ada tercatat stand meter yang terpakai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2019 Digelar Di Pringsewu

Ia minta, petugas catat meter, agar mencatat setiap pemakaian konsumen. Jangan main tembak saja, sehingga terjadi penumpukan rekening. (mus)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.