SERPONG – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel mencatat sebanyak 40 kasus kebarakan sepanjang Januari-Juni 2018.

Sedangkan selama libur lebaran, tercatat lima kasus kejadian kebakaran terjadi yakni tiga ruma tinggal, satu rumah makan dan satu bus Mayasari Bakti Nopol B 7266 VB. Total kerugian mencapai Rp230 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel Uci Sanusi menyatakan kebakaran dipicu dari korsleting listrik, gas bocor hingga pembakaran sampah yang merembet ke rumah warga.

Baca Juga :  Puskesmas Parigi, Ajak Kader Jumantik Cegah Kebakaran

”Selama libur lebaran, ada lima kasus,” katanya.

Sedangkan untuk kerugian, lanjutnya, berjumlah Rp230 juta meliputi kebakara rumah di Pondokaren sebesar Rp40 juta, Rumah makan Rp50 Juta, rumah di pamulang Rp20 juta dan kebakaran bus Rp110.

”Kerugian terbanyak akibat kebakaran satu bus Mayasari Bakti B7266VB terbakar di ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Bintaro-Bumi Serpong Damai (BSD), Senin (18/6) lalu,” terangnya

Baca Juga :  Wali Kota Minta 15 Persen Produk Minimarket Jual Produk Lokal

Disinggung mengenai jumlah kasus kebakaran sejak Januari-Juni 2018 ? Uci menjelaskan ada sekitar 35 kasus sampai bulan Juni.

”Jadi kalau ditambah dengan bulan Juni. Totalnya mencapai 40,” tukasnya

Sementara, peristiwa kebakaran pada Jumat (22/6) terjadi dua lokasi kebakaran yakni di Taman Giri Loka, Kelurahan Serpong sekira pukul 10.50 WIB.

Terbakar bagian dalam akibat kebocoran gas. Kerugian mencapai Rp15 juta. Kedua, Jalan Melati 8 Blok A9 Nomor 21, Perumahan Komplek Taman Kedaung, Kecamatan Pamulang, sekira pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Dermawan Lase Pimpin HMN Periode 2018 - 2023

Rumah milik Merija Indriani ini dalam keadaan kosong tak berpenghuni saat api mulai membesar dan menghangus kan bagian belakang rumah tersebut.(humas_kominfo)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.