#Sosok – Ceramah para ustad dan kyai di tengah umat harus lebih difokus- kan pada upaya pembangunan ahlak, moral , dan berprasangka baik. Agar umat memiliki aura positif hingga bisa bekerja produktif .

Kalau bicara politik itu urusan partai politik dan tempatnya di partai politik saja. Karena semua sudah ada “maqom”nya masing- masing.

Termasuk mengajak ummat untuk memberi hukuman sosial untuk para elite politik yang hilang kesantunan. Mereka harus diberi sangsi sosial. Yakni tak usah dipilih lagi jadi anggota dewan atau jadi apapun.

Kita pilih orang yang baik baik saja, karena bangsa ini perlu perbaikan.
Orang -orang baik sepintas sudah bisa dilihat dari isi bicara, cara bicara, gesture, penampilan pribadi, tulisan , isi tulisan, serta getaran aura yang dikeluarkannya.

Pikiran dan hati yang bening sangat mudah untuk bisa menangkap semua itu.

Kalaupun para ustad dan kyai hendak bicara politik sebaiknya lebih hati- hati dan santun.

Misalnya, agar tidak terjebak “fitnah ” atau hoaks, sebaiknya para ustad yang bicara politik dilengkapi kemampuan merekonstruksi data dan fakta. Atau mengajak mitranya di bidang politik ikut bicara dalam forum yang sama untuk mendukung informasi tentang apa yang disampaikannya.

Karena sesungguhnya otoritas ulama itu memberi semangat (spirite) agar umat bisa bekerja keras dan hidup damai sejahtera.

Para istadz dan kyai yang berpejuang dahulu, mulai dakwah politik dari semua fakta konflik dan peperangan karena ketidak adilan yang langsung dirasakan oleh rakyat. Sehingga ulama harus hadir sebagai pembela.

Kondisi sekarang masih aman untuk semua bisa tersenyum.

Yang diperlukan oleh umat saat ini bagaimana para ustad dan ulama bisa memberi contoh pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pandangan politik.

Karena politik hanya urusan dunia sesaat. Sedangkan urusan jangka panjang umat adalah menjaga kehidupan ini agar berjalan stabil sejalan dgn “sunnah“Nya.

Get the feeling

Mr. Ten 2019

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.