Jakarta, bidiktangsel.com – Sebuah film serial yang di produksi oleh Muara Prima Entertainment menyajikan kisah dari pandangan para pendaki..

Kisah perjalanan dengan penyajian secara apik kreatif lewat konten yang mengedukasi masyarakat untuk berjalan di alam liar ditayangankan di channel youtube “Muara Series”

Kreatif anak muda ini saat shooting dilaksanakan di 2 titik kota, Jakarta dan Wonosobo (Gunung Kembang Via Blembem).

Menurut Producer High Angle, Emmanuel Terranova S. Untuk pertama shooting yang penggarapannya sangat memakan waktu dan pemikiran yang jitu.

“Kesulitan dalam memproduksi film ini menggunakan Handphone, dan juga lebih kepada lensa yang tidak bisa di ganti, lalu kondisi alam yang membuat pencahayaan suka low light, untuk hasil tentu tidak diragukan, gambar akan tetap terang handphone jaman sekarang gak di ragukan, Gokil tajem ijoooo banget,” ungkap Emmanuel Terranova S, yang didampingi Radius Mutaha RH.

Sementara Sutradara Bayu Pamungkas mengatakan, tenaga diatas gunung harus dapat menjaga ritme.

“Ini pertama kali saya harus shooting di Gunung dengan kondisi alam yang tidak menentu dan kondisi geografis yang benar benar menguras tenaga, dan saya senang sekali bisa menyutradarai film yang memprodiksi ini,” ujar Sutradara Bayu Pamungkas .

Film ini menceritakan sekelempok pemuda dan pemudi yang mempunyai hasrat berbeda beda di alam liar untuk mencari jati diri, dan membawa mereka pada situasi yang dimana harus meninggalkan kota dan menjajaki alam liar.

Langit, yang diperankan oleh Azzah Gumanti harus menemani Rere Íke Nuni Yuanti, dan Fergy Ncess Nabati, serta Donie brayen dan memberikan mereka pelatihan dan persiapan pendakian

Disitulah bila dikaji sambung Emmanuel Terranova S, edukasi yang ditekankan menanamkan rasa sayang pada alam liar, dalam pendakian setiap gunung yang mempunyai karakter medan berbeda.

“Tentu banyak sekali traveler/ pendaki khususnya melupakan langkah kecil untuk menapaki alam liar, antara lain izin orang tua, pembekalan ilmu materi untuk khususnya pendakian gunung,” ungkapnya.

Selain itu karya film Emmanuel Terranova S, juga menampilkan gambar gambar yang kaya akan pemandangan yang menakjub kan, kisah cinta, persahabatan dan cara merasakan kebersamaan yang sudah lama hilang di kota.

Nanti dalam karyanya akan terdapat tragedi yang menegangkan, dimana semua akan belajar banyak dari Film High Angle ini, mengenai hasrat yang berlebihan di alam liar akan membawa kita pada kondisi kritis. .

“Kepedulian lingkungan dan cinta akan alam harus kita angkat supaya masyarakat tahu betul bawah para pencinta/penikmat/ pengagum alam tidak hanya harus mendaki gunung atau menelusuri alam, tetapi juga harus punya hati merawat alam/gunung,” ungkap Terranova panggilan karibnya.

Di lain tempat, sambil ngopi disalah satu cafe tebet timur Jakarta Selatan Ramos Sihombing Executive Producer menyampai kan, film juga merupakan media informasi yang efektive, untuk semua kalangan masyarakat.

“Itu sebabnya saya membuat film ini sampai terwujud sebagai simbol saya mencintai lingkungan,” sambung sang Executive Producer Ramos Sihombing.

Soundtrack untuk film ini diciptakan sebagai bentuk kepeduliannya dalam mencintai alam dan berharap bisa menjadi simbol lagu untuk merawat alam. Ost High angle Lestari Negeriku ciptaan : Ramos Sihombing, aransemen oleh Tya Subiakto, semoga film ini bisa bedaya guna bagi masyarakat .

PENULIS : EDWARD. AN.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.