Mesuji, bidiktangsel.com – Meski sangat meresahkan para guru, pemotongan dana sertifikasi di Mesuji tetap berjalan. Namun, kali ini modusnya yang berbeda.

Diakui beberapa guru, pemotongan dana tersebut sudah bukan rahasia umum lagi, dan sulit untuk diberantas. Karena pemotongan itu merupakan perintah atasan ( Pak kadis ), jadi mau tidak mau kami selaku bawahan harus menuruti.

Baca Juga :  Memasuki Akhir Minggu ke Dua Pelaksanaan TMMD, ini yang dilakukan oleh Prada Bowo

Menurut guru yang enggan disebut jati dirinya, mengatakan, “Pemotongan dana sertifikasi terus berjalan dari tahun ketahun, dan itu sepertinya sudah menjadi kewajiban kami untuk menyetor,”

Lanjutnya, kali ini modusnya berbeda, kami disuruh membuat surat pernyataan bahwa tidak pernah ada potongan. Padahal, dengan adanya surat pernyataan itu, publik juga tau, itu hanya modus, bener kan mas,” terangnya.

Baca Juga :  Ini Sosok Warga Yang Rumahnya Akan Direhab TNI

“Justru dengan adanya surat pernyataan itu, pejabat dinas sudah menunjukkan belangnya. Kalau tidak ada potongan, kenapa harus dibuat surat pernyataan,” tegasnya dengan nada kesal.

Ditemui dilapangan, bukti pesan Whats App yang beredar, ada perintah dari bagian keuangan untuk mengumpulkan tanda terima untuk tunjangan kepsek, tamsil guru honor, THR guru honor agar dikumpulkan persekolah dan dibawa oleh kepala sekolah ke bidang PMPTK.

Baca Juga :  Satukan Dua Desa, Kodim Nunukan Bangun Jalan Sepanjang 1.300 Meter

Dan dalam pesan tersebut,seolah ada intimidasi terhadap para guru. Apabila tidak menyetor, maka tunjangan berikutnya tidak bisa dicairkan. (red)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.