Ngopi Se Waroeng, bidiktangsel.com – Uang itu penting dan perlu, enak dan nikmat. Bagi sebagian besar orang uang jadi tujuan hidup dan matilah hidup tanpa uang. Tapi bagi sebagian kecil orang, uang hanya bentuk logam dan kertas, tak ada arti dan nilai apa-apa selain alat tukar.

Nilai tukar uang bukan pada kertas logamnya, tapi pada nilai pikiran dan hati. Nilai uang itu sendiri adalah mencermin kan kualitas hati dan pikiran.

Uang satu miliar di tangan orang yang hati dan pikirannya busuk, dalam sekejap kertas dan logam uang itu menjadi sampah. Sebaliknya, uang 100 ribu di tangan orang yang hati dan pikirannya emas, logam dan kertas itu akan menjadi mutiara yang bercahaya menerangi jalan hidup banyak orang.

Coba perhatikan selama pilkada, pilgub, pilkota dan pilpres, berapa milyar, dan triliun uang dalam sekejap menjadi sampah kertas, ludah bau, kotoran, dan sampah mesiu. Hanya sedikit saja yang benar-benar berubah menjadi emas kehidupan.

Pengalaman pilkota di Tangsel, dan pemilihan banyak ketua dan jabatan institusi dan birokrasi yang diperebutkan di kota ini, mana yang betul-betul berhasil berbuah menjadi emas?

Uang yang didaur ulang oleh pikiran dan hati sampah (kepentingan kekuasaan dan kekayaan) akan kembali menjadi dan menghasilkan sampah. Berapa banyak walikota, bupati, gubernur yang kemudian hidupnya berakhir menjadi “sampah? “

Sudah cukuplah kita belajar banyak dari pengalaman daerah lain, kota dan kampung sendiri, bagaimana berbahaya nya uang di tangan orang yang hati dan pikirannya penuh sampah.

Tangsel kota para pejuang dan “wali”, sudah saatnya melahirkan para pemimpin (walikota) dengan pikiran dan hati “emas” yang memberi cahaya bagi banyak jalan kehidupan manusia dan kota-kota lain di Nusantara dan dunia. Dengan begitu uang emas akan datang sendiri.

Get the feeling
Mr. Ten

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.