Ngopi Se Warung, bidiktangsel.com – Selama kepemimpinan Walikota Ibu Airin, Kota Tangsel sepi kreasi dan inovasi tapi ramai seremoni.

Hal itu diungkapkan oleh Uten Sutendy dalam obrolan akhir pekan di sebuah Resto kawasan Bsd City.

Menurut Presiden Tangsel Club ini, angggaran APBD yang cukup besar dan hampir tiap tahun terus bertambah sebagian besar dihabiskan untuk belanja pegawai dan kegiatan seremonial yang kurang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan warga kota.

Termasuk di dalamnya anggaran beli baju seragam, sewa gedung, hotel, makan dan minum.

“Banyak acara seminar, pelatihan, pesta ulang tahun, acara komunitas, perjalanan dinas, yang sifatnya pengulangan dari tahun ke tahun tanpa penambahan bobot yang berarti,” katanya.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Uten Sutendy yang dikenal sebagai budayawan yang produktif menulis buku.

Tangsel mempunyai modal sumber daya manusia dan infrastruktur serta fasilitas penunjang sangat hebat. Tapi kebijakan dan program pemerintah Bu Airin selama ini belum ada yang hebat. Masih sangat standar, bahkan dalam beberapa hal di bawah standar,” katanya.

Padahal menurut Uten, kota ini berpotensi menjadi kota yang hebat dalam berbagai aspek. Dengan modal SDM yang tersedia Kota Tangsel bisa menjadi kota kreatif yang paling produktif di Indonesia. Bisa melahirkan produk seni-budaya kelas dunia.

Bisa membangun tata kota dan infrastruktur kota dengan sentuhan kreasi seni budaya paling menarik di dunia. Juga bisa menjadi pusat berbabagai pertumbuhan ekonomi, tehnologi, investasi, seni, pariwisata, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan lain lain.

“Tapi modal yang tersedia hebat itu sepertinya kurang dapat perhatian, atau malah diabaikan.”tegasnya.

“Oleh karena itu, ke depan Tangsel butuh pemimpin baru yang lebih berani berinovasi dan berekreasi lebih hebat, “ujarnya.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.