Kuncinya, Dorong Anak Muda Gerakan UMKM Di Tangsel

Serpong – Melalui tulisannya, anak muda Tangsel yang saat ini menjadi Staf Ahli Presiden, Fahd Pahdapie mengemukakan gagasannya tentang menggerakkan sektor UMKM untuk menyelesaikan problem ketimpangan kota dengan segala masalah turunannya termasuk masalah pengangguran.

Menurutnya tulisan itu menimbulkan polemik. Banyak yang tidak setuju pada pengamatannya tentang ketimpangan di Kota Tangerang Selatan yang bermoto “Cerdas Modern dan Religius”. Ada juga yang menyoroti bahwa solusi yang di ajukan tentang menggerakkan UMKM tidak bisa dipakai untuk menyelesaikan problem ketenagakerjaan, kesejahteraan, dan lainnya karena konon UMKM hanya subsektor kecil dari skema pembangunan ekonomi yang lebih besar.

“Menurut data, jumlah pengangguran di Tangsel berkisar 37.142 orang atau 4,67% dari total angkatan kerjanya. Secara demografis, hampir semua pengangguran itu adalah generasi muda. Di sinilah mengapa angka itu tidak bisa dilihat sebagai angka absolut atau data statistik belaka, ada persoalan di dalamnya,” ujar Fahd dalam blog pribadinya.

Fahd menjelaskan, jika melihat data BPS Tangsel tahun 2019 (Tangerang Selatan Dalam Angka, 2019), persentase ini relevan dengan proporsi anak yang putus sekolah atau ‘drop out’ dan jumlah lulusan S1 yang tidak terserap lapangan kerja (di bawah 5%). Sangat masuk akal jika kita melihat kelompok ini yang justru rentan, mulai dari terpaksa menjadi juru parkir atau sekadar berharap dapat kerja di gerai minimarket dan restoran cepat saji.

Apakah solusi mengatasi sekitar 40 ribu pengangguran itu selesai dengan menyelenggarakan ‘job fair’ saja, seperti selama ini dilakukan? Katakanlah memang ada sekitar 50 ribu lowongan pekerjaan yang tersedia, apakah itu menyelesaikan problem ketimpangan dan beragam masalah lainnya di kota ini? Apakah dengan sekadar mendapat kerja, anak-anak muda ini menjadi langsung berdaya dan sejahtera?

“Di sinilah saya berusaha masuk dengan ide pemberdayaan usaha mikro (UMKM). Jika pemerintah kota memilih jalan ini, setidaknya ada tiga problem berjalan (existing) yang bisa kita selesaikan bersama,” tutur Fahd.(*/).

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.