Petikan Gitar Yang Memukau Melalui Jemari Suhanda

Petikan Gitar Yang Memukau  Melalui Jemari Suhanda

Kota Tangerang – Merupakan musik yang paling sering dimainkan di dunia. Di jalan-jalan di berbagai daerah di Indonesia, bakal dengan mudah mendapati anak-anak muda tengah bermain gitar.

Namun, tahukah Anda, jika seniman merangkap pegawai negeri dapat memainkan petikan gitar yang karyanya telah dikenal se Kota Tangerang.
Ya, dia adalah Suhanda, S.Ip, M.Si Sekretaris Kelurahan Paninggilan Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Hasil karyanya beraransemen banyak digunakan oleh musikus tanah air. Di Indonesia, musikus sekelas Iwan Fals menggunakan petikan gitar Suhanda, asli kelahiran Tangerang.

Sementara lurah Paninggilan Hesto, M.Si yang bertepatan menghadiri Kampung Pemuda dipelataran kantor Kecamatan Ciledug, menyampai keberhasilan pembangunan dilingkungan kelurahan Paniggilan termasuk kesenian dan kuliner, Jumat, 25/10/2019.

Masih mengingat dengan baik petikan gitar karya Suhanda yang telah dimainkan di setiap undangan event kenegaraan, termasuk event di tingkat kota.

“Jumlah pertunjukan sdh tidak bisa terhitung, ini semua membawa nama baik daerah melalui musik yang digunakan oleh,” ucap Lurah saat ditemui di kantor kecamatan ciledug.

Suhanda, sang pegawai HSN mampu mengombinasikan suara gitar, harpa, ukulele, kalimba, dan washboard dalam satu alat gitar yang dinamakan Kontemporer.

Otomatis, karya yang sukses memadukan jenis alat musik pada petikan jemari sebuah gitar menjadi satu, merupakan karya monumental.

“Selain memainkan gitar, saya juga terus berusaha mengukir karya yang menjadi ciri khas akan membuat suara gitar semakin merdu,” ucap Suhanda yang selalu perlente, ditengah penampilannya.

“Saya awalnya pada 2014 mencoba melalui MC dikepemerintahan sempat deg-degan, lalu saya mencoba pada kesempatan acara lain apakah memainkan petikan gitar saya, bisa diterima oleh warga, ternyata setelah dicoba cukup menggembirakan setiap kalangan,” tutur Suhanda, mengenang.

Suhanda, menceritakan pula, dalam menjalankan tugas sipil dan membuat karya, ia selalu “melibatkan” atas seizin Allah SWT. Sebagai orang yang beragama islam, proses ritual keagamaan melekat pada dirinya dalam setiap memulai aktivitas.

PENULIS : EDWARD. AN.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.