Konggres Perempuan Jawa Tengah I Di Gelar Balairung Semarang

Konggres Perempuan Jawa Tengah I Di Gelar Balairung Semarang

Semarang – Konggres Perempuan Jawa Tengah I dengan tema “Menguatkan kepemimpinan Perempuan, untuk Mewujudkan Pemerintah yang Demokratis, Adil dan Sejahtera”. Konggres Perempuan Jawa Tengah I digelar di Balairung UTC Semarang tanggal 25-26 November 2019 lalu.

Kongres dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dengan keynote speech di stadium general dari Menteri Pemberdaya-an Perempuan dan Perlindungan Anak RI Gusti Ayu Bintang Darmawati memapar-kan “Perspektif Perempuan Indonesia dalam Pembangunan”.

Kongres Perempuan Jawa Tengah 1 diselenggarakan selama dua hari dihadiri oleh organisasi dan komunitas perempuan, serta elemen masyarakat lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah Retno Sudewi menjelaskan kongres yang diinisiasi pihaknya bersama Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) mencari solusi atas berbagai masalah terkait perempuan.

Peserta yang hadir sekitar 700 perempuan yang terdiri dari utusan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, PKK utusan dari 35 kabupaten di Jawa Tengah, KPID Jateng, LBH Semarang, PEPABRI, Jurnalis Perempuan, PEKKA, Komunitas Difabel, Wanita Katholik RI, Aisyiyah, PHDI, Yasanti (Perempuan Buruh), Fatayat NU, Jaringan Ulama Perempuan, Rahima, Akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan lain-lain.

Para peserta menggunakan baju adat Nusantara – Jawa Tengah. Acara kongres sangat padat dengan diadakan seminar 1 di hari pertama “Situasi Kesenjangan dan Visi Pemerintah Memajukan Kesejahteraan Perempuan dan Pembangunan Berkeadilan”.

Ada tiga tema yang diangkat pada seminar 1 Kongres Perempuan hari pertama yaitu :
-“Situasi Kekerasan, Kemiskinan dan Kesenjangan Perempuan dalam berbagai bidang di Jawa Tengah” dengan nara sumber Dr. Kunthi Tridewiyanti SH, MA Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Adat dan Gender Universitas Pancasila Jakarta ex Komnas Perempuan,

  • Kesenjangan Kebijaksanaan dan Kewajiban Pemerintah dalam menghapus berbagai Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan dengan nara sumber Azriana Manalu, SH Ketua Komnas Perempuan.
  • Visi dan strategi Pemerintah Baru ( 2020-2024) dalam memajukan Kesejahteraan Perempuan di berbagai bidang nara sumber Subandi Sarjoko, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan-BAPPENAS RI.

Seminar II di hari pertama Kongres Perempuan “Menguatkan Kepemimpinan Perempuan dalam mewujudkan Perdamaian, Keberagaman, dan Pembangunan Berkeadilan.”

Ada 3 tema yang diangkat dalam seminar II hari pertama Kongres Perempuan ini yaitu :

  1. Tantangan Kepemimpinan dan Partisipasi Perempuan Komunitas/ Akar Rumput dalam Pembangunan dan Membangun Perdamaian nara sumber Masruchah, Pusat Pendidikan dan Informasi Islam serta Hak-hak Perempuan/ Rahima.
  2. Upaya Pemerintah untuk meningkat-kan Kapasitas Kepemimpinan Perempuan dalam Pembangunan dan Perdamaian di Jawa Tengah nara sumber Dra. Retno Sudewi, Apt, Msi, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah.
  3. Strategi Budaya untuk Pendidikan berkeadilan Gender dan Toleransi bagi Kaum Millenial nara sumber Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Selasa, 26 November 2019 Kongres Perempuan 1 Jawa Tengah hari ke dua diadakan Diskusi Tematik dengan membagi 700 peserta kongres menjadi lima group dengan lima bahasan yang berbeda.

Tematik I

“Peningkatan Kapasitas Perempuan di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Masalah Sosial lainnya” nara sumber Atiqoh Ganjar Pranowo, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah. Topik yang dibahas “Peran PKK dalam Memajukan Perempuan di Jawa Tengah dalam bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan masalah sosial lainnya”. Ruang Rama UTC Hotel Semarang.

Tematik II
“Penguatan dan Pembedayaan Kelompok Perempuan Rentan/Marjinal”. Nara sumber : Wity Muntari (LRC-KJHAM) topik “Strategi Penguatan dan Pemberdayaan dalam Mengatasi Masalah Kekerasan terhadap Perempuan Marginal”. Ruang Astina UTC Hotel Semarang.

Tematik III
“Perempuan dan Perlindungan Sosial” narasumber Sukirman, SS, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah. Topik bahasan “Visi DPRD Jawa Tengah terkait Regulasi dan Kebijakan untuk Perlindungan Perempuan Jawa Tengah”. Ruang Nakula UTC Hotel Semarang.

Tematik IV
“Perempuan dan Pengambilan Keputusan dan Pembangunan” narasumber Denty Eka Widi Pratiwi, SE, MH, anggota DPR RI topik bahasan ” Strategi Politik untuk Peningkatan Kapasitas dan Keberpihakan terhadap Perempuan”. Ruang Sadewo UTC Hotel Semarang.

Tematik V
“Perempuan dan Toleransi” narasumber Hj. Nawal Arofah Yasin (menantu alm. Mbah Moen tokoh karismatik), Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Tengah. Topik yang dibahas “Perempuan dan Keberagaman Nusantara untuk Mewujudkan Perdamaian”. Ruang Semar UTC Hotel Semarang.

Seusai Diskusi Tematik peserta Komgres Perempuan berkumpul kembali di balairung Astina UTC Hotel Jl. Kelud Raya Semarang. Satu orang wakil dari tiap kelompok Diskusi Tematik maju ke podium memaparkan hasil diskusi kelompok. Kemudian ke lima hasil diskusi tematik disusun untuk dibuat maklumat.

Pembacaan maklumat (Unsur Pemerintah, Akademisi, Komunitas Perempuan, organisasi perempuan) dan penyerahan rekomendasi kepada Gubernur Jawa Tengah. Kongres Perempuan 1 Jawa Tengah ditutup oleh Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berhalangan hadir. (Lily)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.