Rancang Program GP Pro, Dikbud Tangsel Buat Gerakan Pelajar Produktif, Aktif dan Kreatif

Rancang Program GP Pro, Dikbud Tangsel Buat Gerakan Pelajar Produktif, Aktif dan Kreatif

Ciputat – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merancang sebuah program GP Pro, apa itu? GP Pro adalah gerakan pelajar produktif, aktif, dan kreatif setelah pulang sekolah.

Latar belakang dari program ini adalah banyaknya anak-anak pelajar, di semua jenjang baik itu SD, SMP, SMA, dan SMK yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik untuk kegiatan yang positif.

Banyak diantara mereka memanfaatkan waktu nya dengan hal-hal yang kurang baik sehingga banyak kasus terkait dengan tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, kebut-kebutan.

Dindikbud Tangsel juga menggaet berbagai instansi dan lembaga di Kota Tangerang Selatan untuk membangun dan mendukung program ini seperti dari Kepolisian, Bappeda, Dispora, Dinas Sosial, P2TP2A, DPMP3AKB, kecamatan, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono mengatakan, pihaknya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga di Kota Tangerang Selatan membangun program Gerakan Pelajar Produktif, Aktif, Kreatif Setelah Pulang Sekolah.

“Alhamdulillah hari ini didukung oleh smua pihak dari Kepolisian, dari Bappeda, Dispora, Dinas Sosial, P2TP2A, DPMP3AKB, kecamatan semua hadir dalam rangka mendukung ini, kemudian dari dunia usaha dan industri juga hadir dalam rangka mendukung ini,” ujarnya di Kantor Dindikbud Kota Tangsel, Gedung Pemerintahan Kota Tangsel, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (5/11/2019).

Latar Belakang program ini, Taryono menjelaskan, adalah banyak anak-anak pelajar semua jenjang baik itu SD, SMP, SMA, dan SMK yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik untuk kegiatan yang positif.

“Banyak diantara mereka memanfaatkan waktunya dengan hal-hal yang kurang baik sehingga banyak kasus Terkait dengan tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, kebut-kebutan dan sebagainya,” ungkapnya.

Maka dengan program ini, Taryono mengharapkan, kedepan pelajar Tangsel bisa memanfaatkan waktunya dengan baik untuk hal yang positif, yang produktif, aktif, dan kreatif.

Taryono melanjutkan, kedepan implementasi nya itu berada di pusat-pusat aktivitas olahraga seperti gedung olahraga, lapangan sepak bola, pusat kreatif seni, kemudian juga TBM.

“Karena di Tangsel itu ada 89 TBM yang tersebar di Tangsel ini kan memungkinkan sekali untuk bisa mengaktivasi kegiatan anak-anak,” tuturnya.

Lanjut Taryono, termasuk instrumen lain seperti instrumen pemantauan, instrumen untuk pendataan minat dan bakat dirinya mengatakan sudah disiapkan semua dan tinggal dilaksanakan.

“Bentuknya kegiatan bukan aplikasi, ini sebuah gerakan ini sebuah kegiatan, nantinya kami dalam waktu dekat ini ada implementasi modelnya ada di Fly Over Ciputat, jadi kita berangkat dari pendataan daripada pelajar di Tangsel arahnya kemana nanti kita fasilitasi di titik-titik yang tadi,” paparnya.

Dilihat dari data awal, Taryono menuturkan, kecamatan Ciputat paling banyak adalah berminat pada olahraga kedua kesenian.

“Draft perwal sudah kami sampaikan ke bagian hukum, dan sudah dibahas sekali, tapi belum sampai ke tangan ibu Walikota masih dalam pembahasan,” bebernya.

Taryono menjelaskan, diharapkan manfaat program GP Pro pertama meningkatkan komitmen Pemerintah Daerah dalam layanan pendidikan yang berkualitas sehingga tersedianya produk perencanaan pendidikan yang berkualitas, dan komprehensif.

“Kedua meningkatkan sinetigritas lintas OPD dalam memberikan layanan kepada pelajar, khususnya pada luang setelah pulang sekolah,” imbuhnya.

Lanjut Taryono, ketiga meningkatnya perhatian orang tua siswa dan masyarakat dalam mewujudkan generasi produktif, aktif, kreatif.

“Terakhir meningkatnya minat pelajar dalam memanfaatkan waktu luang pada kegiatan produktif, aktif, kreatif,” tutupnya.(ADV)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *