Warga Rt 05 Pertahankan Tanah Fasum Yang Diduga Diserobot Bukit Randu

Warga Rt 05 Pertahankan Tanah Fasum Yang Diduga Diserobot Bukit Randu

Bandarlampung – Warga Rt 05 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar lampung, terus perjuangkan tanah fasum yang diklaim pihak Bukit Randu. Tanah tersebut, sekarang sudah dipagar keliling. Warga geram dengan perlakuan managamen Bukit Randu.

Widyawati, ketua Rt 05 bersama warga berencana akan menghadap Wali Kota, Herman HN, untuk menyampaikan permohonan agar tanah tersebut diberikan hak sebagai fasilitas umum (fasum), kepada warga.

“Saya, bersama warga, akan menghadap pak Wali, agar tanah itu dibuatkan surat sebagai tanah fasum. Mengingat tanah tersebut sering digunakan untuk kegiatan warga sebagai tempat bermain, olah raga, peringatan hari besar keagamaan, pesta pernikahan dan perayaan HUT RI,” kata Wiwid sapaan akrab bu Rt.

“Kami sudah membuat surat permohonan resmi kepada pak Wali, di surat itu juga, kami jelaskan riwayat tanah tersebut. Harapan kami, pak Wali dapat mengabulkan permohonan warga,” pinta Wiwid.

Dia juga menyayangkan, sikap aparat yang terlihat berpihak kepada Bukit Randu. Tanpa menunjukan surat perintah tugas datang ke lokasi.

Yasir, warga setempat yang juga Lurah Langkapura Baru, mendukung upaya warga.

“Saya dukung keinginan warga untuk memperjuangkan tanah tersebut. Sebab, saya, tahu betul sejarah tanah itu,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan para tetua-tetua kampung, baik yang masih tinggal dilingkungan maupun yang sudah pindah, tanah tersebut milik perorangan yang bernama Tuan Yakub yang hidup sendiri, beliau membeli tanah tersebut dari Almarhum Hi.Seman (ahli warisnya masih ada).

Sekitar tahun 1960 Tuan Yakub pergi meninggalkan Lampung dan menitipkan tanah tersebut kepada, Mail, Badri dan Akip yang semua sudah Almarhum. Namun, ahli waris masing-masing masih ada.

“Sampai saat ini, tanah tersebut dikuasai dan diurus warga yang digunakan sebagai fasum,” tutup Yasir. (mus)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.