Tangerang, bidiktangsel.com – Teriknya sinar matahari memanggang tubuh personel Satgas TMMD 105 Kronjo dan warga. Pekerjaan mengeraskan jalan Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang itu terus dikebut.

Saat tiba waktu rehat, mereka pun bergegas mencari tempat untuk berteduh. Panasnya cuaca siang ini, Senin (15/7/2019), menjadikan pohon sebagai pilihan untuk bersandar.

Meski tanpa kudapan hanya ditemani beberapa gelas kopi, Sersan Wayan, anggota Satgas TMMD 105 Kronjo, mengajak warga untuk bercengkrama.

“Ayo kita ngopi dulu sebelum kita geber lagi (kerja),” kata Wayan kepada beberapa orang warga.

Tanpa rasa sungkan, tiga orang warga pun turut nimbrung, keakraban yang telah terjalin diantara personel TNI dengan warga setempat, membuat mereka seolah tak ada lagi jarak.

“Wah, sedap bener nih ada kopi hitam,” kata Makmun yang saban hari biasa bergotong royong bersama anggota Satgas mengerjakan pekerjaan fisik di desa tersebut.

Tawa canda diantara mereka pun pecah, Wayan yang humoris, mampu mengocok perut warga dengan candaannya.

Mata Wayan sesekali menerawang ke langit yang cerah. Angin sepoi-sepoi menerpa tubuh mereka.

Wayan banyak bercerita kepada warga ikhwal awal ia masuk sebagai tentara. Baginya, menjadi tentara adalah panggilan hati karena cintanya pada Ibu Pertiwi.

“Tapi, bukan cuma tentara yang harus memiliki rasa cinta yang besar terhadap bangsa dan negara ini, namun kita semua, rakyat Indonesia,” ucap Wayan.

Ia lalu menceritakan bagaimana seorang prajurit ditempa secara fisik dan mental agar benar-benar memahami konsep bela negara.

“Bela negara yang paling mudah dilakukan bapak-bapak ini, ya dengan selektif terhadap informasi yang beredar. Karena, sekarang banyak beredar informasi hoaks, kalau ada informasi meragukan, jangan langsung dipercaya, harus dicek kebenarannya,” tuturnya.

Wayan kemudian memberikan tips kepada ketiga warga itu bagaimana menyerap informasi yang baik. Kata dia, setiap informasi harus jelas sumbernya, asalnya dari mana, siapa yang menyampaikan dan isinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau sekarang dapat informasi berantai lewat WhatsApp, misalnya, jangan langsung disebar kembali sebelum dicek kebenarannya. Kalau tidak tahu asalnya, lebih baik didiamkan saja,” serunya.

Obrolan Wayan dan warga berakhir saat kumandang adzan terdengar dari Masjid Jami Baritul Istikomah yang tak jauh dari lokasi mereka berteduh.

“Wah, sudah azan,” kata seorang warga.

Kopi digelas telah tandas, mereka pun bergegas meninggalkan lokasi.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.