Serpong – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan salah satu dari 12 kota yang akan dibangun PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) sesuai amanah dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 35/2018.

Nilai investasinya sangat besar yaitu 100 s.d 150 juta US$. Oleh karenanya dengan investasi yang kurang lebih Rp. 1.5T – 2 T ini PLTSa harus memberikan nilai tambah lainnya daripada sekedar sebuah PLTSa yang berbentuk standar layaknya seperti sebuah pabrik.

“Melalui sebuah disain PLTSa yang tidak biasa ini, saya berpikir untuk mengubah masalah SAMPAH menjadi PELUANG, yaitu dengan melalui sebuah Disign yang unik, harus dapat menjadi Landmark Kota Tangsel, sehingga juga dapat menjadi tempat destinasi WISATA serta pusat edukasi persampahan dan lingkungan,” ujar Kemal Pasya salah satu tokoh Kota Tangsel selaku pemerhati Sampah.

Menurutnya, konsep disain yang di pakai, idenya dari gedung Sidney Opera House tapi saya tafsirkan sebagai bentuk dari gejolak lidah API dan dinamikanya.

“Bagi teman yang punya ide-ide gila atau saran-saran lain, silahkan beri saya ide-ide baru. Saya sangat senang bila dikritisi untuk memperkaya ide tersebut,” tuturnya, Kamis (5/9-2019).

Lanjutnya, bila ide ini Naif dan Maksa, saya mohon maklumnya karena kita memang butuh ide gila, progresisive dan harus keluar dari pakem-pakem yang normatif.

“Disini saya juga upload foto-foto beberapa PLTSa di berbagai kota dunia sebagai pembanding,” ujarnya.

PLTSa senilai 1-2 T berpenampilan seperti pabrik-pabrik di kawasan industri, apakah ini yg kita mau?

Kemal Pasya yang pernah menjadi Ketua Kadin Kota Tangsel ini mengatakan bahwa PLTSa tidak membentuk circular economic, banyak mata rantai ekonomi yang akan terputus.

“Contoh kecil saja, para pemulung dan lapak-lapak yang terlebih dulu merasakan dampak buruknya,” ujarnya.

Syamsu Rijal menanggapi hal itu berkomentar, mungkin maksud nya bukan masalah desain bentuk bangunan nya yang dikritisi tapi kebijakan PLTSA yang mengharuskan investasi senilai 1,5 – 2 T walaupun sudah menjadi program pusat sebagai model pengelolaan sampah menghasilkan energi baru. (*)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

One reply on “Inspirasi agar Tangsel memiliki Destinasi wisata yang Khas, PLTSa LANDMARK KOTA TANGSEL”

  1. Jgn pernah menjadikan PLTSa sebagi Landmark Kota. Krn msh ad limbah yg dihasilkan. Terkecuali pola pengelolaan Gasifikasi. Dgn insvestasi segitu sy yakin itu bkn pola Gasifikasi, krn pola gasifikasi investment cost lebih mahal lagi.

Comments are closed.