Purworejo – Menyosong tahun kunjungan wisata Romansa Purworejo 2020, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Purworejo, sabtu sore, menggelar tari dolalak secara massal yang diikuti oleh 5600 penari.

Ribuan penari tersebut berasal dari pelajar, Kodim, Polres, Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) dan kelompok kesenian yang ada di Purworejo.

Dengan gemulainya, ribuan penari lengkap dengan kostum dolalak, secara massal menari memainkan gerak dansa dan rampak pada barisan. Gerakan yang yang boleh jadi tidak ditemukan di seni tari lainnya, membuat pagelaran tari massal yang digelar di alun alun kota Purworejo ini, sangat menarik untuk dinikmati ribuan warga yang menyaksikan acara ini.

Baca Juga :  Ingatkan Prajurit Tetap Rajin Beribadah Saat ber -TMMD

Suasana kian meriah, saat Bupati Purworejo, turut menari bersama ribuan penari. Selain gerakan ramppak dan dansa, yang menarik dalam tarian dolalak adalah aksesoris busana yang dikenakan para penarinya bernuansa khas serdadu Belanda. Mulai dari asesoris pangkat, rumbai pada baju, topi dan kaca mata.

Tarian yang merupakan hasil akulturasi budaya barat dan timur ini, hingga kini telah menjadi salah satu tarian khas yang dimiliki Kabupaten Purworejo. Rencananya pagelaran tari dolalak secara massal ini, akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Kampung KB Diharapkan Bisa Mencetak Generasi yang Berkualitas

Sebagai salah satu destinasi wisata berskala internasional di Purworejo.

“Dolalak adalah tarian khas Purworejo yang menjadi kebanggaan masyarakat, kita harapkan dengan event ini, nantinya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Purworejo dari tahun ke tahun makin meningkat,“ kata Bupati Purworejo Agus Bastian.

Konon, di Kabupaten Purworejo dahulu banyak terdapat tangsi atau barak serdadu belanda. Disaat senggang, untuk melepaskan penat dan lelah setelah bertugas di medan tempur, Serdadu Belanda mengisinya dengan bernyanyi dan menari.

Baca Juga :  Solat Jumat, Anggota Kodim Trenggalek Tak Lupa Isi Kotak Amal

Dari sanalah akhirnya mulailah warga sekitar mengemas dan mengembangkan nya menjadi sebuah kesenian baru. Penamaan dolalak sendiri berasal dari lafal notasi do-la-la yang mengiringi gerak dan tarian ini.

Selain untuk menyongsong Romansa Purworejo 2020. Pagelaran tari dolalak massal ini, memang sengaja digelar sebagai wujud kecintaan generasi muda, khususnya pelajar akan pelestarian budaya tradisional yang kian hari kian terpinggirkan oleh budaya asing. ( Fer )

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.