Pringsewu – Sistem pengelolaan parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu dinilai membebani dan mencekik keluarga pasien dan pengunjung lantaran tingginya tarif parkir kendaraan roda empat di rumah sakit plat merah itu.

Dikeluhkan, salah seorang keluarga pasien, Anwar, Kamis (15/10/19), mengatakan setiap keluar dari rumah sakit petugas parkir memungut biaya sebesar Rp 4.000/jam untuk mobil.

“Sedangkan saya harus sering bolak balik ngurus kebutuhan untuk anak saya yang sedang dirawat, ya bayangkan saja bila bolak balik sampai 10 kali. Uang sebesar RP 40.000 habis hanya untuk bayar biaya parkir,” katanya dengan nada kesal.

Bahkan keluarga pasien juga sempat dimintai parkir inap sebesar Rp 25.000 dengan alasan untuk dijadikan member dan tetap membayar biaya parkir sebelumnya sebesar Rp 8.000.

“Di RSUD Pringsewu sendiri tidak terpajang spanduk yang menerapkan besaran biaya parkir,” ujarnya.

Parkir mahal di Rumah Sakit yang dimiliki oleh Pemkab Pringsewu ini sangat memberatkan keluarga pasien.

“Kenapa Rumah Sakit milik Pemerintah kalah dengan Swasta, contohnya di Rumah Sakit Mitra Husada, RS Urip Sumoharjo dan Rumah sakit lainnya, disana begitu pasien rawat inap masuk, kartu parkir pasien di cap dan di data oleh pihak Rumah Sakit  di isi nama pasien dan ruangan tempat pasien dirawat. Kartu parkir itu bisa digunakan keluar masuk rumah sakit tanpa bayar, dan bayarnya hanya sekali saja pas pasien pulang,” ujar keluarga pasien. (Azs)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.