Mesuji – Proyek swakelola pembangunan pintu air dinas pertanian kabupaten Mesuji, dikerjakan oleh pemborong. Demikian pengakuan salah satu ketua gapoktan (gabungan kelompok tani) yang tidak mau disebut namanya.

“Tolong, mas, jangan tahu dari saya , ya, kalau pengerjaan pintu air itu, pemborong yang ngerjakan,” kata ketua gapoktan itu.

“Kami nggak diberitahu berapa anggarannya per titik. Anggota kami juga tidak dilibatkan dalam mengelolaan anggarannya. Kami hanya terima matertial saja dari supplier,” tambahnya.

Baca Juga :  Dirkrimum Polda Banten Expose Keberhasilan Ungkap Kasus Penggelapan Tanah Wakaf

Anggota kelompok kami dilibatkan hanya sebagai pekerja harian saja, dengan upah seratus ribu perhari.

Ditanya soal RAB (rencana anggaran belanja), ketua gapoktan menjawab tidak tahu. Apalagi soal spesifikasi gambar.

“Anggarannya saja, kami tidak tahu, apalagi gambarnya. Kami bekerja berdasarkan perintah dinas saja, panduan kami, hanya berdasarkan contoh pekerjaan tahun yang lalu. Jadi, hanya denger-denger aja, kalau proyek pintu air yang sekarang, spesifikasinya, sama dengan tahun lalu,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot Kembali Adakan Bursa Kerja Kota Tangerang 2016

Ditambahkannya, pengerjaan proyek itu atas perintah orang dinas inisial GN dan AT.

Keterangan dari salah satu staf di dinas pertanian menyebut, proyek swakelola pintu air tersebut bersumber dari DAK (dana alokasi umum) kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2019. Semestinya, proyek itu dikerjakan oleh Gapoktan yang melibatkan seluruh kelompok tani. Angarannya 30 juta pertitik untuk pintu air dan tidak boleh diborongkan. (mus)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.