Pondok Aren – Pembongkaran gedung Panin Bank Bintaro yang berlantai 19 dan 6 level mahkota dengan ketinggian awal 120 meter (termasuk mahkota), saat ini tingginya tinggal 86 meter dan rencananya akan dirobohkan dalam waktu 90 hari mendatang.

Peralatan yang akan digunakan dalam pembongkaran tersebut berupa Crawler Crane 250T, Wrecking Ball 2T dan excavator PC 400 dengan kontraktor pelaksana PT. Wahana Indonusa dan Konsultan Pengawas PT. Arkonin.

Dari data teknis tersebut di sebutkan dalam press release pada hari Jumat (9/9-2016) di Resto Beranda Bintaro Tangsel.

Baca Juga :  Satgas TMMD Tegal Memotivasi Anak Giat Belajar, Disiplin dan Berwawasan Kebangsaan

Dalam release disebutkan jadwal pelaksanaan sesuai terbitnya surat persetujuan pembongkaran pada tanggal 5 September 2016 dengan masa pelaksanaan direncanakan 90 hari dan jadwal pelaksanaan dari awal penerbitan surat persetujuan pembongkaran pada awal Desember 2016.

Ari Yudhanto dari PT Wahana Indonusa menjelaskan, metode yang digunakan dalam pembongkaran gedung Panin Bank ini adalah kombinasi penggunaan Crewler Crane 250 T dengan Wrecking Ball dibantu dengan pelemahan struktur (Prestressed release pada bagian balok plat lantai, pengeboran beton dan pemberian Chemical khusus, pembobokan beton dan pemotongan tulang) serta memasang sling baja untuk menarik dan pengarahkan jatuh material.

Baca Juga :  Tommy Soeharto: Bangun Ekonomi Kerakyatan dengan Kearifan Lokal

“Penggunaan alat berat tersebut sebagai peralatan utama dalam kegiatan pembongkaran ini, yang digunakan untuk mengangkat pekerja dan peralatannya (Di dalam Cage/keranjang besi) untuk melaksanakan pemasangan safety net, perlemahan struktur dengan chemical dan pembobokan serta pemotongan tulang besi pada bagian coree wall serta pemasangan sling baja penarik dan pengarah jatuh material,” katanya.

Pihak kontraktor juga akan memasang jaring-jaring pengaman (Safety net), memasang pagar pengaman khusus pada keliling bangunan mencegah material, melakukan pemasangan peralatan rekam dan pemantau serta pengukuran lingkungan (kecepatan angin, Vibrasi, kebingingan), pemasangan rambu-rambu, spanduk, sign board terkait K3, sosialisasi dan pengawasan melekat kepada masyarakat/penghuni sekitar bangunan dan informasi kepada masyarakat umum.

Baca Juga :  Tugas Mulia TNI, Untuk Kesejahteraan Masyarakat di Perbatasan

“Kami akan selalu komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait baik kepolisian, Dinas Perhubungan, Pamong Praja dan pemerintah setempat terkait dengan traffic management dan pengamanan lingkungan,” ujarnya. (Isone)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.