Jakarta, bidiktangsel.com – Warga Aceh, Minggu (12/1/2020) pagi, mengadakan kenduri dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah. Acara yang berlangsung di kompleks Gedung Pertemuan DPR RI Kalibata Jakarta. Juga diisi dengan zikir Maulid yang dilantunkan oleh santri dewasa dan seni budaya Tari Taman yang dibawakan dari anak-anak Aceh.

Dalam acara tersebut, panitia mengundang warga Aceh yang ada di jabodetabek, Persatuan Aceh Serantau (PAS) Akhyar Kamil, SH yang menurunkan 10 mobil yang dikawal dari pihak Kepolisian, para tokoh nasional serta beberapa instansi terkait yang ada disekitar.

“Selain untuk tamu undangan pada pagi hari, kuah beulangong yang sudah dimasak juga dan dibagikan oleh panitya kepada seluruh warga warga aceh makan bersama,” ujar salah satu tokoh masyarat aceh .Bpk H. Teuku Safli Didoh , disela-sela acara itu.

Dia juga mengajak, Masyarakat aceh yang ada di jakarta jabodetabek selalu kompak saling bahu membahu keluarga ureung pidie (KUPI).

Untuk kebutuhan kenduri tersebut, menurut ketua pelaksana pihaknya juga menyediakan puluhan idang meulapeh yang disediakan secara sukarela oleh masyarakat.

“Berkat partisipasi semua warga PIDIE, dan Ketua Umum Persatuan Aceh Serantau Akhyar Kamil, SH. Alhamdulillah kenduri Maulid yang kita laksanakan tahun ini berlangsung sukses. “Atas dukungan itu, kami ucapkan terima kasih,” ungkap Ketua Pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Ceramah Maulid disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Amri Fatmi Anziz, Lc, MA.

Bupati Pidie Aceh Ronny Ahmad, SE., Nabi Muhammad SAW junjungan kita, jelas ada wujud ketauladanan yg memberi makna silahturrahim pada masyarakat.

“Saya mengharapkan warga aceh yg ada di perantauan Jakarta, mari sama2 memberi kontribusi pembangunan. Bagi saudara yg sudah berhasil diperantauan dapat membantu yg lain, untuk membangun dan usaha bersama Semoga Allah SWT memberi lebih dari itu. Al quran tidak salah dan tidak pernah salah,” kata Ronny Ahmad.

Sementara Akhyar Kamil, SH Ketua Umum Persatuan Aceh Serantau, berharap rangka kegiatan itu dapat mempererat silaturahmi antarwarga dan masyarakat Meunasah dengan warga serta instansi disekitarnya.

Sejarah lahirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperingati dengan menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini tak dikenal selama Rasulullah SAW masih hidup.

Akhyar Kamil, SH melihat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa membangkitkan semangat juang umat Islam. Sehingga dia pun menginstruksikan perayaan Maulid Nabi setiap tahun bersama PAS di Kota Tangerang, Banten.

“Itu artinya Nabi memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa. Untuk generasi sekarang merayakan peringatan maulid dengan berpuasa di hari Senin dan membaca riwayatnya,” kata Akhyar Kamil, SH.

Menurutnya, tak ada dalil yang melarang merayakan hari kelahrian. Bahkan di dalam Al Quran Surat Maryam ada ucapan selamat hari kelahiran Nabi Musa sampai dua kali. “Artinya Al Quran saja membolehkan orang merayakan hari kelahiran itu, apalagi kalau sekarang di dunia sudah memperingati maulid Nabi Muhammad SAW itu hal yang bagus,” paparnya.

Bang Akhyar panggilan akrabnya mengatakan, makna dari peringatan Maulid Nabi adalah sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat Islam.

“Inti dari acara Maulidan adalah mempertebal keimanan, meyakinkan tentang keesaan Allah, dan berusaha menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan, Karena kegiatan ini mendukung program Pemerintah Daerah Provinsi Aceh yang ada di rantau Jabodetabek,” katanya, saat bersama Bupati Pidie Roony Ahmad, SE, ditengah-tengah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu, 12/1/2020.

PENULIS : EDWARD. AN.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.