BOGOR, Bidiktangsel.com- Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi awal tahun 2020 di Bogor dan Lebak Banten, banyak menimbulkan duka mendalam sebagian warga yang terkena dampak.

Korban jiwa berjatuhan akibat tertimbun tanah longsor dan terbawa arus banjir, harta benda dan tempat tinggal juga hilang dalam sekejap. Akses jalan yang tak dapat dilalui membuat aktivitas ekonomi menjadi lumpuh. Suka cita menyambut pergantian tahun baru berubah menjadi duka mendalam. Tangisan dan teriakan minta tolong para korban tentu menimbulkan empati kita semua. Musibah tersebut menjadi pelajaran penting untuk mengetuk pintu hati, membangun kepedulian.

Kecamatan Suka Jaya Kabupaten Bogor adalah daerah yang juga tekena musibah longsor dan banjir bandang. Meluapnya sungai Cidurian menyapu bersih harta benda warga. Sepuluh desa di kecamatan tersebut luluh lantak. Ribuan warga pun mengungsikan diri. Mulai dari kantor desa, sekolah SD, mushala, masjid, pesantren dan rumah-rumah warga yang aman dijadikan tempat tingal sementara para korban.

Desa Harkat Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Sukajaya yang tertimpa musibah banjir bandang dan tanah longsor. Malahan, dua kampung di desa tersebut yakni Kampung Binar dan Sinar Harapan kini lenyap tertimbun tanah.

“Warga saya yang terdata baru ada 2500. Sementara 5000 orang lagi saya belum tau, mereka ada dimana. Apakah mengungsi kerumah saudaranya ?, atau kemana? saya belum tau,” kata H.Soleh, Kepala Desa Harkat Jaya, Kecamatan Suka Jaya saat menerima bantuan dari Pemerintah Desa Padurenan Kecamatan Gunung Sindur, Senin(6/1/2020).

Kades Padurenan, M Yusuf bersama rombongan yang berangkat pukul 12 siang, baru tiba di Desa Harkat Jaya sekira pukul sembilan malam untuk menyerahkan bantuan sembako berupa beras, gula, mie instan, air mineral, makanan bayi, dan kebutuhan mandi serta baju layak pakai. Pada kesempatan tersebut, dia juga turut berempati atas musibah yang terjadi di desa Harkat Jaya. Sementara bantuan Sembako dan baju layak pakai diangkut menggunakan 2 mobil pick up dan 1 truk.

“Semoga warga di sini (Harkat Jaya) bisa bersabar atas musibah yang terjadi. Kami rombongan atas nama warga Padurenan tidak dapat berbuat banyak. Hanya bisa memberikan bantuan sekedarnya untuk meringankan kebutuhan warga yang menjadi korban banjir dan tanah longsor, berupa sembako, makanan bayi dan baju layak pakai. Ini merupakan amanah warga yang perlu kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat,” kata M Yusuf didampingi Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua MUI, Ketua Yayasan Samawa dan pemuda Karang Taruna Desa Padurenan.

Atas bantuan tersebut, Kades Harkat Jaya mengungkapkan rasa terimakasihnya yang mendalam. Dia juga memohon doa agar warganya bisa tabah dalam menghadapi ujian yang Allah berikan.

“Kami ucapkan ribuan terimakasih atas empati dari saudara-saudara saya semuanya di berbagai pelosok. Jauh-jauh sudah mau datang. Amanah ini pasti akan kami berikan kepada warga kami yang benar-benar membutuhkan dan berhak menerimanya,” kata H.Soleh.

Ditempat yang sama, M Nurdin, Ketua Karang Taruna Desa Harkat Jaya mengungkapkan, bahwa warga yang mengungsi akibat terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di desanya saat ini memang sangat memerlukan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, mereka tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi guna menutupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Kita belum tau, sampai kapan para korban longsor harus mengungsi, karena kampung mereka tidak bisa dijadikan tempat tinggal lagi. Ini pasti akan memakan waktu lama. Makanya kebutuhan sehari-hari berupa sembako dan makanan bayi sangat dibutuhkan,” ujar Nurdin.

Bantuan yang terus mengalir dari berbagai daerah yang ikut berempati juga mendapat sambutan hangat dari warga. Hanya saja menurutnya, karena keterbatasan tempat, untuk bantuan baju layak pakai sudah tidak bisa tertampung lagi di kantor Desa Harkat Jaya.

“Bukan kami menolak, hanya saja kami bingung mau disimpan dimana. Sementara kantor desa yang dijadikan posko penerimaan bantuan sudah penuh dengan baju-baju layak pakai. Malahan lebih dari cukup,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, sejumlah warga Desa Harkat Jaya dari berbagai elemen memang sangat disibukkan dengan pendistribusian berbagai bantuan. Terlebih bantuan berupa baju layak pakai yang sudah menggunung di kantor desa. Mereka kebingungan sebab sudah tak ada tempat lagi untuk menampung baju-baju tersebut. Justeru bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari dirasakan mereka masih sangat kurang. (m@t)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.