Pentas “Oedipus Rex” Teater Alam

Yogya, bidiktangsel.com – Malam ini, Sabtu (18/1/2020), Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta bakal diramaikan oleh pementasan “Oedipus Rex” oleh Teater Alam. Pementasan memperingati 48 tahun Teater Alam itu, sengaja mengangkat naskah Yunani klasik, karya Sophocles terjemahan WS Rendra.

Karya drama tragedi terbaik yang dicipta tahun 400 Sebelum Masehi ini, bukan naskah baru bagi Teater Alam. Sudah empat atau lima kali, Teater Alam mementaskan lakon Oedipus. Terakhir, tahun 1998 bahkan membuat rekor pementasan Trilogi Sophocles, dalam pementasan berdurasi 10,5 jam. Tiga naskah dimainkan sekaligus, Oedipus Rex, Oedipus di Colonus, dan Antigone.

“Sudah lebih dua-puluh-tahun lakon ini tidak dimainkan. Ini naskah bagus. Penggemar teater yang sudah lanjut, tentu ingin bernostalgia dengan Oedipus. Buat pecinta teater dari generasi muda, harus tahu lakon ini,” ujar Azwar AN, pendiri Teater Alam, yang dalam pementasan ini “turun gunung” bertindak selaku sutradara, dibantu asisten sutradara Meritz Hindra.

Sebagaimana yang dikutip Jayakarta.com. Apa boleh buat, dalam usia ke-48, Teater Alam praktis menyisakan aktor-aktor andalan yang rata-rata sudah lanjut usia. Aktor Gege Hang Andhika yang memeran kan Oedipus, setidaknya sudah memasuki 71 tahun. Lebih tua setahun dari Meritz Hindra yang selain sebagai Astrada juga memegang peran Teirisias sang peramal.

Sutradara Oedipus tahun 80-an, Tertib Soeratmo yang kini sudah berusia sekitar 80 tahun, nanti malam juga tampil, memerankan tokoh Pendeta. Jebolan Bengkel Teater ini, tahun 80-an menyutradarai Oedipus Rex dengan konsep penyutradaraan yang kental garapan gerak indah melalui dua pasukan koor (stasima). Ketika itu, Gege pula yang berperan sebagai Oedipus.

Tak pelak, pentas Oedipus Rex nanti malam adalah pentas aktor-aktor tua unjuk gigi. Seberapa prima fisik para aktor tua dalam akting dan berdialog, seberapa hidup lakon Oedipus tersampaikan ke audiens, patut kita saksikan.

“Saya terbang khusus dari Makassar untuk nonton Oedipus Rex Teater Alam. Satu acara saya cancel, dan memilih nonton Oedipus,” ujar seorang wanita dari Makassar, yang ternyata pengurus Dewan Kesenian Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketika ditanya, apa yang membuat ia tertarik? “Jujur, saya tertarik justru karena yang main aktor-aktor senior. Ini sangat menarik. Saya kira banyak pecinta dan pengamat teater menyoroti penampilan Teater Alam ini,” tambahnya.

PENULIS : EDWARD. AN.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.