Bidiktangsel.com – Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang baru diserahterimakan pada Desember 2019 lalu terlihat sudah kotor.

Dari pantauan di lapangan, kondisi gedung sudah mulai lusuh lantaran dinding luar gedung dengan cat yang mulai kotor. Dinding tersebut kotor dikarenakan rembesan air hujan jatuh dari atap gedung tanpa kanopi itu.

“Bukan cuma kotor kena dinding bangunan saja, kalau hujan air rembes dari atas kalau enggak ditadangin ember mah banjir,” ungkap salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya, Kamis (23/1/2020).

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel Agus Budi Darmawan mengatakan banyak kekurangan pada bangunan yg baru ditempati kurang dari satu bulan ini. Misalnya kebocoran pada jendela yang masuk sampai ke dalam ruangan, serta pintu toilet dilantai satu yg belum bisa di buka sehingga toilet tidak bisa digunakan.

Permasalahan lainya gedung tersebut juga tidak dipersiapkan untuk instalasi pemasangan AC. Akibatnya, plafon harus dijebol untk pemasangan instalasi AC.

“Untuk pasang AC kita harus jebol internit. Padahal kan sayang bangunanya sudah bagus harus dirusak,”terang salah seorang staff yang bekerja disana.

Parahhya lagi, bangunan empat lantai yang menghabiskan dana Rp. 9,5 miliar tersebut sedianya akan digunakan untuk pelayanan masyarakat tidak mempunyai instalasi pemadam kebakaran (damkar) terkesan asal-asalan.

Kepala Kantor Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel Uci Sanusi dihubungi melalui sambungan telpon mengatakan gedung dengan ketinggian empat lantai harus mempunyai instalasi Damkar minimal Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Jangankan empat lantai, dua lantai pun harus punya instalasi Damkar,” ujarnya.

Aturan soal kewajiban instalasi Damkar diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum (PU) Nomor 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Kewajiban adanya instalasi Damkar ini juga tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Manajemen Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

“Di Perda Nomor 4 Tahun 2015 ini ditegaskan. Wajib ada instalasi Damkar,” tambahnya.

Sementara Hendri Sumawijaya, kepala bidang Bangunan Perkantoran Dinas Bangunan Perkantoran Dins Bangunan dan Penataan Ruang ketika ditanyakan mengenai tidak adanya instalasi pemadam kebakaran pada gedung perpustakaan daerah ini mengatkan pihak akan menyempurnakan bangunan gedung tersebut yang masih dalam kewenangan dinas bangunan selama lina bulan kedepan masa pemeliharaan.

“Saya akan coba usulkan, untuk menyempurnakan bagunan gedung baru ini,” katanya. (*)

Sumber WartaBanten

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.