PAMULANG, bidiktangsel.com –Musim penghujan yang terjadi di Kota Tangsel akhir-akhir ini, menyebabkan warga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, angka penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu, cenderung mengalami peningkatan.

Untuk memastikan jumlah penderita DBD alami peningkatan, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, lakukan pengecekan pasien DBD di RSUD Tangsel, Jalan Raya Pajajaran, Pamulang, Selasa (10/3/2020).

“Belakangan saya mendapat laporan, bahwa ada penderita demam berdarah di Tangsel sedikit naik angkanya. Dan hari ini saya langsung melakukan pengecekan ke RSUD Tangsel,” ungkap Benyamin.

Benyamin sebutkan, dari informasi yang di terimanya sejak Januari 2020 lalu, terdapat 29 orang penderita DBD. Penderita DBD tersebut berasal dari Suradita Kabupaten Tangerang, Gunung Sindur Bogor dan dari Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

“Nah, bulan Februari naik, 41 orang. Yang 29 tadi sembuh setelah menjalani perawatan selama 7 hari,” terang Benyamin.

Sampai Maret bulan ini, kata Benyamin, penderita DBD berjumlah 17 orang yang seluruhnya berasal dari Kota Tangsel. Sedangkan yang meninggal dunia, ada dua orang berusia remaja dan anak-anak.

“Yang meninggal 2 orang. Itu bukan karena DBD nya, tapi karena faktor penyakit lain yang menyertai DBD nya,” bebernya.

Benyamin jelaskan, penderita DBD yang saat ini mendapat perawatan medis di RSUD, terlebih dahulu mendapatkan perawatan di Puskesmas sebagai tindakan pertama sebelum di rujuk ke RSUD Tangsel.

“Sekarang ini tinggal 13 dari 17 orang yang sakit dan di rawat disini. Jadi yang 4 orang sudah pulang, dan ini ada beberapa orang lagi bisa pulang,” pungkasnya. (Dra)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.